Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Dinas PPPA Jayapura evaluasi pendampingan KDRT
  • Senin, 25 Juni 2018 — 17:56
  • 507x views

Dinas PPPA Jayapura evaluasi pendampingan KDRT

Dikatakan, evaluasi yang dilakukan ini termasuk pemberian materi penguatan kapasitas sebagai pendamping.
Suasana evaluasi fasilitasi pengembangan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan di gedung Tabita Sentani Kabupaten Jayapura - Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Jayapura, Maria Bano, mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap para pendamping korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), baik yang menangani kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur maupun perempuan.

“Evaluasi terhadap laporan dan kinerja para pendamping selama satu tahun, karena dalam pelaksanaannya bisa jadi di antara mereka ada yang pindah maupun sudah tidak tidak aktif,” jelas Maria Bano, di Sentani, Senin (25/6/2018).

Dikatakan, evaluasi yang dilakukan ini termasuk pemberian materi penguatan kapasitas sebagai pendamping.

Soal jumlah penanganan kasus KDRT di Kabupaten Jayapura, Maria Bano menyebutkan selama Januari hingg Juni 2018 pihaknya menangani tiga kasus kekerasan terhadap anak dan lima terhadap perempuan.

Menurutnya, untuk persolan KDRT harus melalui sebuah wadah yang di dalamnya ada sejumlah pihak yang bekerja sama dalam penanganan KDRT.

“Di waktu-waktu yang lalu kita rutin melaksanakan evaluasi, bisa tiga kali dalam setahun. Tetapi untuk kali ini hanya sekali dalam setahun. Padahal sangat penting mengetahui semua aktivitas pendampingan yang dilakukan di tingkat distrik dan kampung,” katanya.

“Harus ada semacam wadah atau biasa kami sebut rumah aman. Di rumah inilah penanganan korban KDRT dilakukan, karena tentunya tidak hanya kami dari pemberdayaan saja, tetapi juga ada mitra kerja kita yang lain seperti UP2TP2A, unit PPA Polres Jayapura, dan USAID Bersama,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, untuk delik pengaduan KDRT pada Unit PPA Polres Jayapura hingga Juni 2018 terbilang menurun dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun 2018 hingga Juni baru lima kasus. Tren ini menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai belasan kasus. Kebanyakan dari kasus yang dilaporkan ini dicabut sendiri oleh pelapor dengan berbagai pertimbangan. Sehingga jarang sekali dari laporan tersebut sampai ke kejaksaan,” ungkap Kanit PPA Polres Jayapura, Sonya L Rumbino. (*)

loading...

Sebelumnya

FDS belum sepenuhnya dikelola pihak ketiga

Selanjutnya

Sebanyak 380 formulir KWK C-6 TPS 11 Kampung Sereh, hilang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe