Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Harga kopra anjlok, petani kelapa di Sulteng beralih profesi
  • Kamis, 28 Juni 2018 — 16:03
  • 961x views

Harga kopra anjlok, petani kelapa di Sulteng beralih profesi

Tercatat  harga kopra di tingkat penampung di Kota Bau Bau hanya sekitar Rp 400 per kilogram atau terlalu rendah.
Ilustrasi, minyak kelapa, pixabay.com
ANTARA
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Kendari, Jubi-Petani kelapa di Sulawesi Tenggara beralih profesi menjadi buruh kasar saat hasil panen mereka berupa kopra sedang anjlok. Tercatat  harga kopra di tingkat penampung di Kota Bau Bau hanya sekitar Rp 400 per kilogram atau terlalu rendah.

"Petani kelapa memilih beralih menjadi buruh kerja kasar di sejumlah proyek pembangunan atau industri lainnya daripada mengolah kopra," kata Afner Afner, pendagang dan pengumpul kopra asal Buranga, Kabupaten Buton Utara, Selasa (26/6/2018).

Menurut Afner, para petani mengeluhkan harga kopra yang anjlok dalam beberapa bulan terakhir. Hal itu berpengaruh menurunnya semangat petani memanen tanaman dan cenderung mengabaikan kelapa di kebunnya .

"Petani cuek dengan kelapa yang sudah siap panen karena harga kopra tidak bisa menutupi biaya pengolahan. Buah kelapa dibiarkan rusak," kata Afner menjelaskan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Konawe Selatan, Hapsir Jaya, mengatakan badan usaha milik daerah (BUMD) diharapkan memfasilitasi petani dengan cara kehadiran pengusaha industri kopra.

"BUMD dapat membangun jaringan bisnis dengan industri pengguna bahan baku dari kopra, seperti Bimoli, pabrik kecap dan industri sabun dan lain lain untuk menampung kopra," kata Hapsir.

Menurut dia tanpa kehadiran industri skala besar di daerah produsen kopra, maka petani tidak akan pernah menikmati harga yang menjanjikan. (*)

loading...

Sebelumnya

Penjual kerajinan tangan di Festival Danau Sentani

Selanjutnya

Warga miskin di Aceh tinggal di teras mushala

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe