Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Warga miskin di Aceh tinggal di teras mushala
  • Kamis, 28 Juni 2018 — 16:07
  • 1136x views

Warga miskin di Aceh tinggal di teras mushala

Tak punya rumah untuk berlindung, karena  sebelumnya tinggal di rumah kontrakan di kawasan Kecamatan Blangpidie.
Ilustrasi, kemiskinan, pixabay.com
ANTARA
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Blangpidie, Jubi-Nurani, seorang nenek berusia  80 tahun warga Desa Mata Le, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), tinggal di sudut teras mushala. Ia tak punya rumah untuk berlindung, karena  sebelumnya tinggal di rumah kontrakan di kawasan Kecamatan Blangpidie.

“Ia tinggal di sudut teras musholla karena tidak mampu lagi bekerja cari uang untuk sewa rumah,” kata Ketua LSM Koalisasi Rakyat Bersatu (KRB), Saharuddin, Selasa (26/6/2018).

Kondisi itu memaksa LSM Koalisasi Rakyat Bersatu (KRB) menggalang dana untuk membantu pembangunan rumah Nurani. "Terus terang saya menangis saat menyaksikan keluarga Nenek Nurani itu. Kehidupannya sangat sedih,” kata Saharuddin menambahkan.

Menurut dia, nurani tidak punya rumah dan memiliki tanggungan yang sangat berat. Sedangkan anaknya bernama M Nasir, 32 tahun tak bisa diharapkan karena  mengalami gangguan jiwa.

LSM Koalisi Rakyat Bersatu melakukan aksi penggalangan dana kepada seluruh para dermawan di jalan nasional sebagai bentuk kepedulian  dan meringankan beban keluarga nenek tersebut.  Aksi penggalangan dana untuk kebutuhan pembangunan rumah Nenek Nurani mulai dilakukan sejak Senin (25/6/2018) melibatkan para pemuda Kemukiman Kuta Tinggi.

"Kami atas nama koalisi rakyat bersatu bersama para pemuda Kemukiman Kuta Tinggi sangat berharap kepada para dermawan agar bersedia menyumbangkan sedikit rezeki untuk pembangunan rumah Nek Nurani ini," kata Saharuddin menjelaskan.

Selain kepada para dermawan yang sedang lewat di jalan nasional, ia juga sangat mengharapkan bantuan dari anggota legelastif Abdya, termasuk dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), BUMD dan BUMN di Kabupaten Abdya.

Hasilnya sejumlah tokoh masyarakat Abdya memberikan bantuan. Mereka datang langsung ke Posko peduli Makwa Nurani di Jalan Kesehatan, Desa Kuta Tuha, Kecamatan Blangpidie. Setiap bantuan dan sumbangan yang masuk akan dipublikasikan ke media agar warga mengetahui jumlah sumbangan yang terkumpulkan.

Sedangkan dana yang terkumpul akan dipergunakan untuk pembelian tanah sekaligus pembangunan rumah Nenek Nurani tersebut. “Sehingga janda tua tersebut tidak lagi tinggal di teras Mushala,” kata Saharuddin menjelaskan.

Saharuddin juga berharap kepada pemerintah daerah setempat lebih peka terhadap keberadaan kaum dhuafa. Apalagi undang-undang mengamanahkan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. (*)

loading...

Sebelumnya

Harga kopra anjlok, petani kelapa di Sulteng beralih profesi

Selanjutnya

Pemalangan RRI Merauke bukan solusi masalah tanah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe