Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Perempuan dan Anak
  3. Dialog Pemerintah dan Masyarakat Adat, Pintu Masuk Pemberdayaan Perempuan
  • Senin, 19 September 2016 — 07:45
  • 286x views

Dialog Pemerintah dan Masyarakat Adat, Pintu Masuk Pemberdayaan Perempuan

Data publikasi pembangunan manusia berbasis gender di wilayah Provinsi Papua, berdasarkan hasil kerja sama BPS dengan Kemen-PPPA, menunjukkan capaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) sebesar 78,75 persen, dan Papua Barat 81,95 persen.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, didampingi Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen dan Ketua PKK saat Rakornas Perempuan se Indonesia di Jayapura – Jubi/Alex
ANTARA
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Biak, Jubi – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggelar dengar pendapat dan dialog dengan masyarakat adat Papua dalam rangka mencari akar masalah berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah itu.

“Dialog dan dengar pendapat pemerintah dengan masyarakat adat diharapkan bisa menjadi pintu masuk untuk berkomunikasi dengan masyarakat Papua terutama dalam upaya pemberdayaan perempuan Papua,” ungkap Menteri PPPA, Prof Yohana Susana Yembise, usai membuka dialog dan dengar pendapat tentang perempuan dan anak Papua di Kabupaten Biak Numfor, Senin (8/8/2016).

Yohana mengatakan hasil dialog dan dengar pendapat tentang perempuan dan anak itu diharapkan menjadi bahan masukan bagi pemerintah dalam rangka membuat kebijakan program pembangunan khusus bagi perempuan di tujuh wilayah pemerintahan adat Papua.

Menurutnya, data publikasi pembangunan manusia berbasis gender di wilayah Provinsi Papua, berdasarkan hasil kerja sama BPS dengan Kemen-PPPA, menunjukkan capaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) sebesar 78,75 persen, dan Papua Barat 81,95 persen.

Kondisi IPG ini, lanjut Yohana, menggambarkan bahwa capaian perempuan lebih rendah dibandingkan laki-laki, terutama di bidang harapan lama sekolah.

Sementara nilai capaian Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Provinsi Papua, menurut dia, sebesar 64,21 persen dan untuk Provinsi Papua Barat sebesar 47,97 persen.

“Angka IDG Papua jika dibanding dengan nasional sebesar 70,68 persen sehingga Provinsi Papua dan Papua Bara perlu perhatian khusus dalam peningkatan peran perempuan,” kata Menteri Yohana Yembise.

Berdasarkan data peserta dengar pendapat perempuan dan anak di tujuh wilayah adat Papua dan Papua Barat, acara itu diikuti 300 peserta dari berbagai komponen kelompok perempuan, adat, agama dan LSM serta badan pemberdayaan perempuan se-tanah Papua. Kegiatan berlangsung mulai 8 hingga 10 Agustus 2016. (*)

loading...

Sebelumnya

Mama Papua : Kami Harap Pasar yang Lebih Baik dan Tidak Banjir Lagi

Selanjutnya

Kementeriaan PPPA dan Komnas Perempuan Data Korban Kekerasan DOM Biak

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9487x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6373x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 6014x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4566x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe