Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Pengakuan Briptu Petrus Imbiri yang selamat dari penembakan
  • Selasa, 02 Juli 2018 — 13:30
  • 2352x views

Pengakuan Briptu Petrus Imbiri yang selamat dari penembakan

ada lima kali bunyi tembakan yang diarahkan ke speedboat
Briptu Petrus Imbiri didampingi kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Mustofa Kamal saat memberikan keterangan pers kepada wartawan – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi – Salah satu anggota Polres Puncak Jaya yang selamat, Briptu Petrus Imbiri menceritakan ada lima kali bunyi tembakan yang diarahkan ke speedboat yang ditumpanginya  bersama delapan orang lainnya, saat perjalanan pulang dari Distrik Hulu dengan tujuan ke Distrik Torere sekitar pukul 16.00 WIT. Imbiri dan rekannya sedang pulang dari tugas  mengawal jalannya pemungutan suara dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Provinsi Papua.

“Dalam perjalanan pulang, ada salah seorang warga yang memanggil Kepala Distrik yang kebetulan satu speedboat dengan kami. Merasa itu warganya, pak Kepala Distrik meminta kami untuk menepi karena warga tersebut ingin memberikan sayur kepada pak Kepala Distrik. Namun, sesampainya kami di tepi, masyarakat tersebut langsung melarikan diri dan kami diberondong dengan tembakan sebanyak dua kali,” kata Petrus Imbiri kepada wartawan, Senin (2/7/2018) di Jayapura.

Petrus Imbiri menambahkan, mendengar bunyi tembakan itu,  dirinya dan penumpang lainnya menceburkan diri ke sungai dan menyelam kurang lebih dua menit di dalam air sambil berpegangan pada badan speedboat.

“Ketika kami kembali ke permukaan, kami kembali ditembaki sebanyak tiga kali. Kami kembali menyelam kurang lebih tiga menit, kami ke permukaan namun tidak ada tembakan lagi karena posisi kami sudah agak jauh dari TKP,” ujarnya.

Kata Petrus Imbiri, dirinya sempat melihat almarhum Brigpol Sinton Kabarek namun dirinya tidak bisa menolong karena kondisi arus sungai yang begitu deras. “Tidak berselang lama ada perahu masyarakat yang kebetulan lewat. Kami meminta tolong dan akhirnya saya dan Brigpol Mulyadi diselamatkan oleh warga setempat,” katanya.

Disinggung apakah dirinya mengetahui berapa orang yang melakukan penembakan, Petrus Imbiri mengatakan bahwa dirinya hanya sempat melihat satu orang yang melakukan penembakan namun selebihnya dirinya tidak mengetahuinya.

“Untuk pelaku saya tidak tahu berapa banyak. Tetapi yang sempat saya lihat hanya masyarakat yang membawa sayur tersebut dan ada satu orang yang menembak,” ujarnya.

Dari data yang dihimpun Jubi, kejadian naas tersebut terjadi ketika speedboat yang ditumpangi sembilan anggota polisi serta kepala distrik, yang bertugas mengawal jalannya pemungutan suara dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur provinsi Papua, hendak berbalik dari Distrik Hulu dengan tujuan ke Distrik Torere sekitar pukul 16.00 WIT.

Ketika dalam perjalanan balik, speedboat yang ditumpangi mereka ditembaki orang tak dikenal dari pinggiran sungai yang dilewati rombongan. Dalam penembakan tersebut satu warga sipil meninggal dunia.

Sementara tujuh anggota diantaranya Bripka Maks Anjonderin, Brigpol Steven Auparay, Bripda Daniel Tambunan, Bripda Firmansah, Brigpol Yusuf Toding, Brigpol Mulyadi dan Briptu Petrus Imbiri yang berada di speedboat tersebut berhasil selamat. Dalam insiden penyerangan itu, satu pucuk senjata SS1 senjata AK 101 hilang.

Di tempat yang sama, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, akibat penembakan tersebut dua anggota Polres Puncak Jaya dinyatakan hilang yaitu Brigpol Sinton Kabarek dan Ipda Jesayas Nusi.

“Kalau Brigpol Sinton Kabarek sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan saat ini sudah dalam proses otopsi di RS Bhayangkara. Sedangkan untuk Ipda Jesayas Nusi masih dalam proses pencarian,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Jenazah Brigpol Kbarek siap dievakuasi ke Jayapura

Selanjutnya

2010-2018, polisi  dan militer bunuh 95 orang di Papua di luar hukum

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe