Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lingkungan
  3. Komunitas Nol Sampah ajak warga “diet plastik”
  • Selasa, 03 Juli 2018 — 15:12
  • 743x views

Komunitas Nol Sampah ajak warga “diet plastik”

Ajakan itu sengaja dilakukan saat peringatan hari bebas kantong plastik sedunia yang jatuh pada 3 Juli 2018.
Siswa siswi SD Papua Harapan, Kabupaten Jayapura saat ke bank sampah Kenambai Umbai, di Komba Sentani, Jubi/Dok
ANTARA
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:14 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:38 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:47 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Surabaya, Jubi - Komunitas Nol Sampah mengajak warga Kota Surabaya melakukan "diet plastik" atau mengurangi menggunakan kantong berbahan plastik. Ajakan itu sengaja dilakukan saat peringatan hari bebas kantong plastik sedunia yang jatuh pada 3 Juli 2018.

"Kami menolak kantong plastik dan menggunakan tas yang bisa dipakai berulang kali merupakan satu cara bijak untuk diet kantong plastik," kata Ketua Komunitas Nol Sampah, Wawan Some, saat menggelar aksi bersih sampah plastik di hutan mangrove Wonorejo, Rungkut, pantai timur Surabaya, Selasa, (3/7/2018).

Menurut dia, uji coba pemakaian kantong plastik oleh retail modern di Kota Surabaya mampu mengurangi 60 persen sampah plastik. Hasil uji coba itu diharapkan menjadi acuan Pemerintah Kota Surabaya segera mengeluarkan peraturan terkait larangan atau pembatasan pemakaian kantong plastik di retail.

“Kantong plastik mengancam kehidupan di hutan mangrove Wonorejo yang merupakan kawasan konservasi dan merupakan daerah penting bagi burung, karena merupakan tempat persinggahan burung migran,” kata Wawan menjelaskan.

Sampah kantong plastik yang terdampar di hutan mangrove Wonorejo terbukti membunuh ribuan anak mangrove yang baru ditanam atau tumbuh secara alami. Hal itu karena sampah plastik terbawa arus dan gelombang sehingga melilit anak pohon mangrove.

"Sampah kantong plastik juga dapat mengancam kehidupan biota lainnya di Hutan Mangrove Wonorejo," katanya.

Wawan mengatakan, sampah plastik tersebut kemungkinan bisa disantap oleh ikan, burung, monyet ekor panjang atau biota lainnya. Hal itu dibuktikan dengan beberapa fakta yang menyebutkan 90 persen burung laut terbukti memakan sampah plastik.

Selain itu kantong plastik setelah bertahun-tahun hancur menjadi mikroplastik juga dapat dimakan oleh ikan dan biota lainnya. Ukuran mikroplastik bisa sama dengan plankton sehingga ikan tidak bisa membedakan. Jika hal itu terjadi, maka dapat mengancam kehidupan biota dan mempengaruhi sistem hormonal biota-biota. (*)

loading...

Sebelumnya

Walhi Papua: Jangan pilih calon pemimpin perusak lingkungan

Selanjutnya

Festival film bertema lingkungan akan digelar di Manokwari

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe