Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Perempuan dan Anak
  3. MRP kecam aksi kekerasan pada perempuan dan anak di Yahukimo
  • Selasa, 03 Juli 2018 — 15:52
  • 935x views

MRP kecam aksi kekerasan pada perempuan dan anak di Yahukimo

Pembunuhan terhadap Ibu Dasub Kumnangat dan kekerasan yang menimpa anak-anak di sana merupakan pelanggaran HAM. Pelaku kekerasan dari kedua distrik yang bertikai, kata Sara harus diproses sesuai hukum yang berlaku.
Sara Ita Wahla Anggota MPR (tengah gunakan topi putih) foto bersama Ibu-ibu dan anak-anak di Dekai – Piter Lokon/Jubi
Piter Lokon
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Dekai, Jubi – Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Perwakilan Yahukimo, Sara Ita Wahla mengecam tindakan kekerasan yang menimpa perempuan dan anak-anak dalam konflik antara Werima dan Nalca beberapa waktu lalu

Pembunuhan terhadap Ibu Dasub Kumnangat dan kekerasan yang menimpa anak-anak di sana merupakan pelanggaran HAM. Pelaku kekerasan dari kedua distrik yang bertikai, kata Sara harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Saya sangat kesal pembunuhan terhadap Ibu dan kekerasan pada anak dalam pertikaian perselingkuhan. Ini pelanggaran HAM terhadap perlindungan anak dan Ibu. Pelaku harus diproses hukum,” kata Sara Wahla kepada Jubi saat dihubungi melalui telpon selulernya, Selasa (3/7/2018).

Menurutnya, konflik ini mengakibatkan banyak anak-anak menjadi korban baik secara fisik maupun psikis. Ia juga meminta kepada aparat berwajib untuk serius mengusut kasus ini dengan tuntas.

“Saya sebagai perempuan asli Yahukimo yang ada di MRP kesal dan tolong menyelesaikan masalah ini dengan benar. Periksa semua yang terlibat dan proses sesuai hukum yang berlaku," katanya. 

Ia juga meminta agar masyarakat di kedua distrik menjaga ketertiban dan keamanan agar peristiwa serupa tak terjadi. Ia juga meminta peran aktif dari aparat penegak hukum untuk terus memantau kemanan warga disekitar distrik yang bertikai.

“Saya pesan, mari kita bersatu kembali dan kita adalah saudara, satu kesatuan di Yahukimo, kita jangan saling membunuh, tetapi bangun persaudaraan yang kokoh dan baik seperti yang dibangun sebelumnya. Saling membunuh bukan solusi. Mari kita ciptakan situasi yang aman dan nyaman di kota Dekai,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan tokoh masyarakat Yahukimo, Ones Pahabol.

“Untuk ciptakan situasi aman itu ada pada kita, setelah terjadi jangan lagi berlarut atau berkelanjutan lagi. Jangan sampai ada pihak yang manfaatkan. Sampaikan pesan saya kepada setiap suku dan daerah yang ada di Dekai. Sudah cukup melayani setan. Setan sudah puas itu karena banyak korban, mari kita jaga kesatuan dan persatuan kita,” tegas mantan Bupati Yahukimo itu. (*)

loading...

Sebelumnya

Dewan soroti pendamping Bangsaku belum ke tempat tugas 

Selanjutnya

Masalah Ibukota Maybrat, jangan dikaitkan dengan Pemilu 2019

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe