Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nusa
  3. Puluhan kapal terbakar di Benoa diduga tidak berasuransi
  • Selasa, 10 Juli 2018 — 13:32
  • 502x views

Puluhan kapal terbakar di Benoa diduga tidak berasuransi

Pengurus Asosiasi Tuna Longline Indonesia (ATLI) setempat yang mengaku para pemilik kapal tidak mendaftarkan sebagai peserta asuransi.
Ilustrasi kapal pearl caribbean yang konon dikutuk hingga terbakar,Pixabay.com
ANTARA
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Denpasar, Jubi – Tercatat 40 kapal ikan yang terbakar di Benoa, Kota Denpasar, Provinsi Bali, diduga tidak berasuransi. Hal itu dijelaskan Pengurus Asosiasi Tuna Longline Indonesia (ATLI) setempat yang mengaku para pemilik kapal tidak mendaftarkan sebagai peserta asuransi.

"Sepertinya 40 kapal yang terbakar ini tidak diasuransikan oleh perusahaan yang rata-rata kapal yang terbakar ini hampir semua merupakan anggota ATLI," kata Ketua II ATLI Provinsi Bali, Agus Dwi Siswantaputra, di Denpasar, Selasa, (10/72018).

Agus menjelaskan dahulu anggota ATLI memang ingin mengangsuransikan kapal mereka yang terbuat dari kayu, saat didatangi sejumlah perusahaan asuransi. Namun  perusahaan asuransi tidak berani menindaklanjuti, karena kapal seluruh ATLI terbuat dari kayu berlapis fiber yang rawan terbakar.

“Meskipun ada pihak asuransi yang berani mengambil itu, namun premier yang dikenakan untuk masing-masing kapal tinggi sekali atau kisaran 500 sampai 300 persen dari kapal besi,”kata Agus menjelaskan.

Menurut dia perusahaan asuransi yang mau mendaftarkan kapal memberikan persyaratan jarak operasinya yang tidak boleh melebihi jenis kapal. Padahal kapal longline itu tidak bisa berlayar lebih dari 60 mil.

"Jadi ini yang menjadi kendala untuk diasuransikan. Namun, rata-rata memang diakuinya semua kapal ATLI yang terbakar tidak diasuransikan," katanya.

Dengan kejadian itu ia megajak semua anggota anggota ATLI wajib hukumnya mengasuransikan anak buah kapal (ABK). Ia mengancam jika  tidak diasuransi kapal tidak bisa beroperasi.

Insiden 40 kapal ikan yang terbakar di Benoa, Kota Denpasar, Provinsi Bali,  pada Senin (9/7/2018) menimbulkan dampak buruk bagi nelayan setempat. Namun Agus belum bisa menjelaskan berapa kerugian masing-masing kapal yang terbakar di Pelabuhan Benoa itu.

"Kami harus komunikasi dahulu di internal pengurus ATLI, karena saat ini kami belum mengomunikasikannya," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Solok Selatan butuh 400 traktor untuk mengolah lahan

Selanjutnya

Suap dana Otsus, KPK geledah kantor pemerintahan Aceh

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe