Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nusa
  3. Suap dana Otsus, KPK geledah kantor pemerintahan Aceh
  • Selasa, 10 Juli 2018 — 14:04
  • 649x views

Suap dana Otsus, KPK geledah kantor pemerintahan Aceh

Penggeledahan itu terkait kasus suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2018.
Ilustrasi, Korupsi, pixabay.com
ANTARA
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta,Jubi - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah kantor pemerintahan di Kabupaten Bener Meriah dan Provinsi Aceh. Penggeledahan itu terkait kasus suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2018. Tercatat penyidik KPK menggeledah kantor Bupati  dan Dinas Pekerjaan Umum , dan kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) provinsi  Aceh.

"Selain kantor Dinas PUPR dan Dispora Aceh juga dilakukan penggeledahan di dua lokasi di Kabupaten Bener Meriah, yaitu kantor Bupati dan kantor Dinas PU," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Febri menyatakan hasil penggeledahan dari beberapa lokasi itu akan diinformasikan kembali. "Perkembangan lebih lanjut akan diinformasikan kembali," kata Febri menambahkan.

Sebelumnya KPK juga telah menggeledah lokasi lainnya dalam penyidikan kasus itu, antara lain rumah tiga tersangka, Irwandi Yusuf, Hendri Yuzal, dan T Syaiful Bahri serta pendopo rumah dinas Gubernur dan kantor Gubernur Aceh.

Dalam penggeledahan itu KPK mengamankan sejumlah dokumen dan bukti elektronik yang terkait dengan DOKA 2018.  Menurut Febri, sejumlah dokumen dan catatan  proyek yang didapatkan KPK semakin menguatkan konstruksi pembuktian kasus tersebut.

KPK mengimbau agar semua pihak di lokasi penggeledahan dapat kooperatif dan membantu proses penyidikan.

"Ini adalah proses hukum, pengungkapan kasus ini juga kami pandang penting bagi masyarakat Aceh, terutama karena korupsi itu merugikan bagi masyarakat," ujar Febri menjelaskan.

Selain menetapkan tersangka, KPK menetapkan empat saksi yang dicegah pergi ke luar negeri, mereka antara lain Nizarli, Rizal Aswandi, Fenny Steffy Burase, dan Teuku Fadhilatul Amri.

Nizarli merupakan Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Aceh, Rizal Aswandi sebagai mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, dan Fenny Steffy Burase, orang dekat Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

Sedagkan empat tersangka kasus suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA), antara lain Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah Provinsi Aceh Ahmadi serta dua orang dari unsur swasta masing-masing Hendri Yuzal dan T Syaiful Bahri.

Gubernur Irwandi Yusuf, Hendri Yuzal, dan T Syaiful Bahri diduga sebagai penerima, sedangkan diduga sebagai pemberi Ahmadi.

KPK pun telah menahan empat tersangka itu di empat lokasi yang berbeda selama 20 hari ke depan. Masing-masing Irwandi Yusuf di Rutan Cabang KPK di belakang gedung Merah Putih KPK, Ahmadi di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur, Hendri Yuzal di Ritan Polres Jakarta Pusat, dan T Syaiful Bahri Rutan Polres Jakarta Selatan. (*)

loading...

Sebelumnya

Puluhan kapal terbakar di Benoa diduga tidak berasuransi

Selanjutnya

Kepolisian Jateng bakal menindak pemalsu SKTM

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe