Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pilkada Papua
  3. KPU Yalimo bantah adanya pencoblosan sebelum hari H
  • Selasa, 10 Juli 2018 — 16:42
  • 480x views

KPU Yalimo bantah adanya pencoblosan sebelum hari H

Pelaksanaan tahapan pilkada gubernur dan wakil gubernur Papua yang berlangsung di tingkat kabupaten Yalimo, tidak ada satu pun pihak yang mengadukan ke Panwas
Pleno rekapitulasi perhitungan suara pilgub di Kabupaten Yalimo-Ist/KPU Yalimo
Islami Adisubrata
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Yalimo membantah tudingan salah satu tim sukses pasangan calon gubernur Papua yang menyebutkan, adanya pencoblosan surat suara sebelum 27 Juni 2018.

"Tudingan bahwa dilakukan pencoblosan 26 Juni 2018 malam itu tidak benar, lima distrik, 298 kampung dan 302 TPS proses pencoblosan di Yalimo dilaksanakan 27 Juni 2018," kata Ketua KPU Yalimo, Yanes Alitnoe di sekretariat KPU Yalimo di Wamena, Selasa (10/7/2018).

Menurut dia, komisioner KPU memastikan bahwa saat pencoblosan 27 Juni 2018 kelimanya turun langsung memantau pencoblosan di lima distrik.

"Bila timses paslon nomor urut dua mendapati kasus tersebut, kenapa tidak lakukan pengaduan ke Panwas kabupaten dengan waktu yang efektif. Dimana sebelum 3 hari kasusnya akan kedaluarsa," kata dia.

Selain itu kata Yanes, pleno tingkat kabupaten dilakukan 5 Juli 2018 lalu kenapa keberatan itu tidak disampaikan saat pleno kabupaten.

"Bila kasus tersebut benar terjadi, pihaknya tidak menghalangi dan membatasi, dimana ada jalur-jalur yang disediakan oleh negara jadi silahkan tempuh jalur hukum, tetapi ujungnya apakah bisa dibuktikan atau tidak," katanya.

Ketua Panwas Yalimo, Yehemia Walianggen juga ikut membantah tudingan itu. Menurutnya, hingga pleno rekapitulasi tingkat kabupaten tidak ada laporan masuk ke panwas.

"Pelaksanaan tahapan pilkada gubernur dan wakil gubernur Papua yang berlangsung di tingkat kabupaten Yalimo, tidak ada satu pun pihak yang mengadukan ke Panwas," kata Yehemia Walianggen.

Menurut dia, dalam pleno atau rekapitulasi itu ada saksi dan juga panwas lapangan maupun distrik, sehingga tidak mungkin hal itu bisa terjadi.

"Sampai dengan pernyataan itu kami kaget dengan persoalan ini, sementara laporan kami belum terima. Ada pernyataan bahwa persoalan ini diteruskan ke Bawaslu Papua, tapi sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang ada setelah kejadian tiga hari harus dilaporkan ke pengawas setempat tapi di meja kami tidak terima," ujarnya. (*)

 

 

loading...

Sebelumnya

Bawaslu Papua: Hingga kini kami belum terima laporan pelanggaran

Selanjutnya

Masyarakat nilai kinerja Panwaslu tidak netral dalam Pilkada Paniai

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe