Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Mnukwar dorong rehabilitasi mangrove Teluk Wondama
  • Selasa, 10 Juli 2018 — 21:17
  • 607x views

Mnukwar dorong rehabilitasi mangrove Teluk Wondama

"Mangrove tidak sekedar bagian dari ekosistem atau rantai kehidupan makluk hidup. Dahulu, lahan mangrove merupakan bagian penting dalam kehidupan dan perekonomian masyarakat," kata Direktur Mnukwar, Andi Saragih.
Ilustrasi hutan mangrove – Jubi/Toptier.id
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Manokwari, Jubi - Sebuah lembaga swadaya masyarakat di Manokwari, Papua Barat, Mnukwar, mendorong rehabilitasi tanaman mangrove pada sejumlah kampung di kabupaten Teluk Wondama.

Direktur Mnukwar, Andi Saragih, di Manokwari, Selasa (10/7/2018), mengatakan bencana banjir bandang Wasior-Teluk Wondama pada 2010 menyebabkan kerusakan luar biasa di daerah tersebut, termasuk lahan mangrove di wilayah pesisir Wasior sehingga harus direhabilitasi.

"Mangrove tidak sekedar bagian dari ekosistem atau rantai kehidupan makluk hidup. Dahulu, lahan mangrove merupakan bagian penting dalam kehidupan dan perekonomian masyarakat," katanya.

Program ini, Mnukwar tidak akan terlibat langsung dalam melakukan penanaman. Advokasi yang dilakukan terfokus pada upaya penyadaran terhadap masyarakat di lingkungan setempat.

Komunitas perempuan, kata Andi, menjadi salah satu sasaran pada program tersebut. Pendampingan difokuskan pada tiga kampung yakni Rasie, Isei, dan Torey.

"Kami awalnya bekerjasama dengan Conservasi International, namun sempat terhenti. Kami saat ini bersama Kehati, sebuah LSM yang juga fokus terhadap isu-isu lingkungan," katanya.

Ia mengemukakan saat ini masyarakat sedang dalam tahap pengumpulan bibit. Belum ada data pasti terkait lahan yang rusak akibat bencana tersebut, hanya saja diperkirakan antara dua hingga lima hektare.

"Kami sedang melakukan pemetaan, secara keseluruhan kurang lebih dua hingga lima hektare yang berada wilayah pesisir kampung Rasie, Isei, dan Torey," ujar Andi.

Mangrove menjadi bagian terpenting dalam kehidupan masyarakat pesisir Teluk Wondama. Target jangka panjang program rehabilitasi ini tidak terbatas pada kembalinya ekosistem lingkungan.

"Lebih dari itu, kami berharap masyarakat memiliki kembali sumber penghidupan dari usaha-usaha ekonomi yang ramah lingkungan," kata Andi.

Menurutnya, keberlanjutan ekosistem sangat bergantung pada ketersediaan sumber makanan. Lahan mangrove menjadi bagian terpenting dalam penyediaan sumber makanan.

"Dari budidaya mangrove masyarakat bisa mengembangkan usaha ekonomi kreatif, baik dari buah yang dihasilkan maupun melalui potensi perikanan di sekitar lahan mangrove," tandas Andi. (*)

loading...

Sebelumnya

PAD Teluk Wondama hanya tercapai 12 persen dari target

Selanjutnya

Agar dekat Gereja, warga Rendani minta reklamasi pantai jadi tempat relokasi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe