Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Mahasiswa Papua terus mendapat ancaman dan diskriminasi
  • Selasa, 10 Juli 2018 — 22:43
  • 1365x views

Mahasiswa Papua terus mendapat ancaman dan diskriminasi

Ia mengatakan, selalu saja ada kelompok masyarakat di beberapa kota studi di Indonesia yang memandang mahasiswa Papua dari sisi negatif, mengintimidasi bahkan melakukan kekerasan kepada mahasiswa Papua yang menuntut ilmu di wilayah mereka.
Legislator Papua, Laurenzus Kadepa (ketiga dari kanan) usai bertemu Sultan Hamengkubuwono X beberapa waktu lalu – Jubi. Dok
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Legislator Papua, Laurenzus Kadepa menyatakan, kini mahasiswa Papua di sejumlah kota studi di Indonesia, dalam ancaman.

Ia mengatakan, selalu saja ada kelompok masyarakat di beberapa kota studi di Indonesia yang memandang mahasiswa Papua dari sisi negatif, mengintimidasi bahkan melakukan kekerasan kepada mahasiswa Papua yang menuntut ilmu di wilayah mereka.

“Tidak hanya di Surabaya, di kota studi lain misalnya Bogor, Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan lainnya. Saya tidak tahu kenapa begitu. Ini perlu diperjelas. Kalau mahasiswa Papua dicap pemabuk, anarkis, kan tidak semua,” kata Kadepa, Selasa (10/9/2018).

Menurut anggota komisi bidang politik, hukum dan HAM DPR Papua itu, para pejabat negara harus memperjelas ini, karena sudah berulang kali kekerasan, intimidasi dialami mahasiswa Papua di daerah lain. 

“Saya minta penjelasan kepada negara, memperjelas status mahasiswa Papua di kota studi di luar Papua. Harus ada jaminan dari negara,” ujarnya.

Katanya, hal itu pernah disampaikan saat bertemu Sultan Hamengkubuwono X, ketika Kadepa ke Yogyakarta beberapa tahun lalu saat mahasiswa Papua di wilayah itu mengalami masalah. 

Ketika itu lanjut Kadepa, ia berpesan kepada Sultan Hamengkubuwono X agar menjaga mahasiswa Papua di Yogyakarta, karena orang asli Papua tak pernah mengganggu masyarakat Yogyakarta yang ada di Papua.  

“Saya pikir tidak bisa meminta gubernur dan kapolda untuk jaminan keamanan mahasiswa Papua, tapi kepada negara. Kalau kondisi ini dibiarkan negara tak memberikan jaminan kepada warganya,” keluhnya.

Selain itu kata Kadepa, Pemprov Papua juga perlu mengambil sikap mengembalikan semua mahasiswa di berbagai kota studi, jika mahasiswa Papua di luar daerah terus di bawah ancaman.

Sementara, Sekretaris II Dewan Adat Papua (DAP), John NR Gobai meminta pihak di luar Papua tidak terus mengintimidasi dan menteror mahasiswa Papua yang menuntut ilmu di wilayahnya.

Menurutnya, sudah beberapa kali masyarakat luar Papua di mana mahasiswa Papua menuntut ilmu mendatangi asrama mahasiswa dengan berbagai alasan. 

“Saya berharap, pihak di luar Papua menghentikan sikap diskriminasi terhadap mahasiswa Papua yang ada di wilayah mereka, karena selama ini orang Papua memperhatikan dan berlaku baik kepada orang dari daerah lain yang ada di Papua,” kata Gobai. (*)

loading...

Sebelumnya

DAP: Sebelum kembangkan pangan lokal, singkirkan rastra

Selanjutnya

Gubernur dan wakil gubernur terpilih harus bebas dari intervensi timses

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe