Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Kopkedat: Tim dinas kesehatan sedikit kerja banyak liburnya
  • Selasa, 10 Juli 2018 — 23:09
  • 596x views

Kopkedat: Tim dinas kesehatan sedikit kerja banyak liburnya

“Memang menurunkan tim ke daerah terpencil itu tujuannya bagus. Tapi selama ini saya lihat sepertinya tim yang diturunkan ini mau pergi berlibur. Sedikit kerja banyak libur,” kata Yan Akobiarek kepada Jubi via teleponnya, Selasa (10/7/2018). 
Pelayanan kesehatan yang dilakukan misionari GIDI bersama hamba Tuhan, dan Kopkedat Papua di Kampung Okmakot, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo - Jubi/Agus Pabika
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Ketua Komunitas Peduli Kemanusiaan Daerah Terpencil (Kopkedat) Papua, Yan Akobiarek mengatakan, selain pendidikan, pelayanan kesehatan di pedalaman Papua juga masih memprihatinkan.

Upaya Dinas Kesehatan Papua memberikan pelayanan ke daerah terpencil melalui program Satgas Kaki Telanjang, Save Korowai, dan Nusantara Sehat belum terlaksana maksimal. 

“Memang menurunkan tim ke daerah terpencil itu tujuannya bagus. Tapi selama ini saya lihat sepertinya tim yang diturunkan ini mau pergi berlibur. Sedikit kerja banyak libur,” kata Yan Akobiarek kepada Jubi via teleponnya, Selasa (10/7/2018). 

Ia mencontohkan, tim Kaki Telanjang yang diturunkan ke Korowai meninggalkan daerah itu sejak jelang perayaan Idul Fitri 2018. Hingga kini keberadaan mereka belum diketahui. 

Menurutnya, selama ini pihak Dinas Kesehatan memang tidak pernah sepaham. Pihak dinas menganggap Kopkedat terlalu banyak protes dengan kondisi kesehatan di pedalaman Papua. 

“Makanya saya memilih diam. Padahal masalah kesehatan di wilayah terpencil sudah terlalu parah,” ucapnya.

Meski begitu, pihak Kopkedat tetap fokus melakukan pelayanan kemanusiaan di daerah terpencil. Namun tidak jarang mereka mengalami kendala, apalagi saat berkaitan dengan administrasi birokrasi.

Akobiarek mencontohkan, 15 Juli 2018 lalu, pihaknya melakukan pelayanan di Brukmahkot, Korowai Batu, yang kehabisan obat. Ia kemudian datang ke Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo meminta dinas kesehatan setempat mengeluarkan memo permintaan obat di gudang farmasi.

“Tapi katanya permintaan obat harus kepala puskesmas setempat. Tapi kepala Puskesmas di Distrik Saredala yang berdekatan dengan Korowai Batu tidak di tempat. Kepala Pustu juga begitu, sehingga salah satu manteri Kopkedat yang bertugas di Korowai membuat catatan obat,” ujarnya.

Namun lanjut dia, saat pihaknya datang ke gudang farmasi untuk meminta obat, ditolak dengan alasan yang harus melakukan permintaan obat adalah pihak terkait yang punya cap resmi, sedangkan Kopkedat merupakan yayasan sehingga tak dapat dilayani.

Katanya, sempat terjadi perdebatan kedua pihak dan Akobiarek menyatakan, ini sama saja ingin membunuh masyarakat di pedalaman Papua. Selain administrasi birokrasi berlebit-belit, petugas kesehatan di pedalaman juga tak di tempat tugas. 

“Saya kemudian menulis status di facebook dan bupati Yahukimo menanggapi. Akhirnya saya diizinkan ambil obat di gudang farmasi Yahukimo kemudian saya kirim ke Korowai,” katanya. 

Sementara, Wakil Ketua Komisi V DPR Papua bidang pendidikan dan kesehatan, Maria Duwitau mengatakan, melakukan pelayanan kesehatan terutama di daerah pedalaman Papua adalah masalah hati.

Katanya, inilah yang kini dibutuhkan di Papua. Mereka yang mau mengabdi di pedalaman dengan niat tulus dan rasa kemanusiaan. 

“Berapa pun imbalan yang dijanjikan, kalau tanpa kerelaan, saya pikir sama saja,” Maria Duwitau kepada Jubi belum lama ini. 

Katanya, ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemprov, namun para bupati dituntut kreatif, membuat terobosan dan ide, karena peningkatan pelayanan kesehatan kabupaten itu, sangatlah penting. (*)

loading...

Sebelumnya

Ingin sekolah, anak pedalaman Papua terkendala biaya

Selanjutnya

IGI gelar workshop pembelajaran berbasis digital dan budaya lokal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe