Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Diduga tak sesuai KUHAP, Kapolres Manokwari akan dipraperadilankan
  • Selasa, 10 Juli 2018 — 23:50
  • 648x views

Diduga tak sesuai KUHAP, Kapolres Manokwari akan dipraperadilankan

Dijelaskan, permohonan praperadilan tersebut didaftarkan melalui Panitera Muda Pidana pada PN Manokwari Baharim L.Siantar, dan didaftarkan pada Panitera Kepala PN Manokwari, serta sudah ditunjuk hakim tunggal yang akan memeriksa dan mengadili perkara tersebut.
Yan Christian Warinussy, kuasa hukum Ahmad Shodiq - Jubi/Hans Kapisa.
Hans Kapisa
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Manokwari, Jubi - Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi akan di praperadilan-kan oleh Ahmad Shodiq di Pengadilan Negeri (PN) Manokwari, Papua Barat. Langkah praperadilan terhadap Kapolres Manokwari ini sebagai langkah lebih lanjut yang diambil oleh Ahmad Shodiq bersama kuasa hukumnya Yan Christian Warinussy.

"Sebagai kuasa kukum dari Ahmad Shodiq sebagai Pelapor dalam Laporan Polisi Nomor : LP/17/I/2018/Papua Barat/SPKT I tanggal 10 Januari 2018, resmi hari ini, Senin (9/7/2018) mendaftarkan permohon Praperadilan terhadap Kapolres Manokwari di PN Manokwari,” ujar Yan Christian Warinussy, melalui siaran persnya kepada Jubi di Manokwari. 

Dijelaskan, permohonan praperadilan tersebut didaftarkan melalui Panitera Muda Pidana pada PN Manokwari Baharim L.Siantar, dan didaftarkan pada Panitera Kepala PN Manokwari, serta sudah ditunjuk hakim tunggal yang akan memeriksa dan mengadili perkara tersebut.

Praperadilan terhadap Kapolres selaku termohon dilakukan karena terindikasi kuat selaku penyidik menurut UU No.8 Tahun 1981 Tentang KUHAP, Kapolres tidak menjalankan amanat Pasal 109 ayat (2) KUHAP yang sudah dikuatkan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor : 130/PUU-XIII/2015 tanggal 11 Januari 2017.

"Dimana ditegaskan bahwa dalam jangka waktu tidak lebih dari 7 (tujuh) hari setelah diterbitkannya Surat Perintah Penyidikan (dalam perkara sesuai laporan klien kami), penyidik harus memberitahukannya melalui Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Jaksa Penuntut Umum,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, tembusan dari SPDP tersebut harusnya wajib diserahkan kepada klien mereka selaku saksi korban dan pelapor serta kepada para tersangka dalam perkara tersebut, yaitu DMP dan FA. 

"Ternyata kendatipun surat perintah Sidiknya sudah dikeluarkan pada tanggal 10 Januari 2018, tapi hingga permohonan praperadilan ini kami daftarkan hari ini, SPDP tersebut tidak pernah diberikan juga dalam bentuk tembusan kepada klien kami Ahmad Shodiq,” ujar Warinussy.

 Sehingga lanjut Warinussy, sebagai saksi korban sesuai Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor : 98//PUU-X/2012 terkait amanat Pasal 80 UU No.8 Tahun 1981 Tentang KUHAP, klien kami Ahmad Shodiq memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan permohonan praperadilan ini terhadap Kapolres Manokwari di PN Manokwari.

Kata Warinussy, tuntutannya agar hakim tunggal praperadilan pada PN Manokwari dapat memutuskan menyatakan penyidikan yang dilakukan oleh penyidik di jajaran Polres Manokwari tidak sah berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : SP.Sidik/19.a/I/2018/Reksrim Tanggal 10 Januari 2018.

"Sekaligus meminta hakim praperadilan memutuskan dan memerintahkan Kapolres Manokwari menerbitkan surat perintah Sidik baru terhadap proses hukum dari Laporan Polisi Nomor : LP/17/I/2018/Papua Barat/SPKT I Tanggal 10 Januari 2018 tersebut,” bebernya.

 Sebelumnya, sesuai data yang dihimpun Jubi, Ahmad Shodiq mengambil langkah hukum dengan melapor ke Polres Manokwari pada 10 Januari 2018 setelah diduga mengalami tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh dua terlapor berinsial DMP dan FA (*). 


 

loading...

Sebelumnya

Pendaftaran Bacaleg DPD RI dibuka

Selanjutnya

Swiss-bel Hotel Manokwari pakai fasilitas umum untuk parkiran, Ini kritikan BEM Unipa

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe