TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pengalaman
  3. Sambil studi perempuan muda ini berjualan
  • Kamis, 17 November 2016 — 19:41
  • 2749x views

Sambil studi perempuan muda ini berjualan

"Saya kuliah siang, jadi pagi menjaga toko, siangnya baru ke kampus," kata Gres saat ditemui Jubi di Sentani pada Kamis (17/11/2016).
Gres Maria Karoba Tawi dan temannya mengatur barang di toko Papua Mart -Jubi/ Yance Wenda
Yance Wenda
[email protected]
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Sentani, Jubi - Gres Maria Karoba Tawi, 21 tahun, sedikit berbeda dari mahasiswi lainnya. Selain kuliah di semester satu di Jurusan Akuntasi, Universitas Yapis (Uniyap), ia juga bekerja membantu mamanya di Toko Papua Mart.

"Saya kuliah siang, jadi pagi menjaga toko, siangnya baru ke kampus," kata Gres saat ditemui Jubi di Sentani pada Kamis (17/11/2016).

Meski begitu, kata perempuan asal Bokondini, Kabupaten Tolikara ini, ia menyempatkan diri meluangkan waktu belajar.

"Sedang tidak ada pelanggan datang saya belajar, kalau untuk tugas saya kerjanya malam," ujarnya.

Ibu Gres kebetulan manager Papua Mart. Selain menjaga toko Gres juga ikut mengontrol di bagian admin mengontrol masuk barang.

Sama dengan Gres, Paulina Yoku, 15 tahun, adalah perempuan muda yang juga bekerja sambil studi. Paulina yang sekolah di SMP YPKP Sentani juga berjualan pinang.

"Pinang biasa saya ambil di pohon sendiri dan menjualnya, pagi saya atur pinang nanti mama yang bantu jaga dan pulang sekolah saya yang jaga," ujar perempuan asal Sentani ini.

Dengan modal berjualan di depan rumah, perempuan asal Sentani ini bisa mendapatkan uang yang lumayan.

"Dari hasil jualan pinang paling tinggi Rp300 ribu dan paling rendah Rp200 ribu,” kata Paulina.

Untuk menyiasati kedua aktivitasnya, ketika mendapat tugas rumah dari sekolah, ia meminta tolong mamanya menjaga jualannya.

“Saya selesaikan dulu tugas sekolah, setelah itu saya kembali berjualan pinang sampai jam delapan malam,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Lerton Mebry yang terus bertahan sebagai pengrajin tifa

Selanjutnya

Usaha sampingan dengan berjualan sarang semut

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat