Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Papua raih emas dan perunggu di Kejurnas Cricket 2018
  • Rabu, 11 Juli 2018 — 00:49
  • 563x views

Papua raih emas dan perunggu di Kejurnas Cricket 2018

“Ini menjadi gambaran bakal kerasnya persaingan menuju PON Papua 2020," kata Abhiram.
Tim cricket putra dan putri Papua swafoto bersama - Jubi/PCI Papua
Jean Bisay
Editor :

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Tim Cricket Papua meraih prestasi membanggakan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Cricket 2018 berlangsung di Lapangan Cricket Udayana, Jimbaran Bali, 29 Juni hingga 8 Juli 2018.

Papua turunkan tim putri dan putra sukses meraih juara. Tim putra berhasil rebut medali emas serta tim putri raih medali perunggu.

Di partai final putra (Men T20 final), Papua mengalahkan tuan rumah Bali. Dimana Papua mengumpulkan poin tertinggi 120/10 (over 20) serta Bali kumpul poin 78/10 (over 17). Juara tiga diraih Kalimantan Timur.

Untuk kategori putra juara Plate direbut oleh tim Cricket Sumatra Barat dan runner up Jawa Tengah.

Sedangkan bagian putri DKI Jakarta taklukan Kalimantan Timur di final (Women T20 final). Juara tiga diraih Papua. Berikutnya ada Bali dan Jawa Tengah.

ICL yang sekaligus Kejurnas tahun ini diikuti delapan daerah yaitu Bali, DKI Jakarta, Papua, Kalimantan Timur, Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Lampung dan Jawa Tengah.

Grup putri diikuti 7 tim yakni Bali, Banten, DKI Jakarta, Jateng, Kaltim, NusaTenggra Timur dan Papua.

Kelompok putra diikuti 8 tim terbagi dalam dua grup. Pool A Jateng, Papua, DKI, Sumbar dan NTT. Sedangkan pool B ditempati Bali, Lampung, Kaltim dan Sumsel.

Sekretaris Umum PCI Papua Christian Makabori mengatakan, hasil yang diraih tim cricket Papua pada kejurnas tahun ini menjadi tolak ukur sekaligus persiapan menuju PON 2020.

“Kami bersyukur mendapat juara pada kejurnas di Bali. Hasil ini tentu tidak membuat kami besar kepala, tetapi terus berlatih dengan rajin, tekun dan lebih bersemangat,” katanya.

Makabori mengaku atlet cricket yang tampil perkuat Papua pada kejurnas kali ini merupakan kolaborasi atlet asli Papua dan atlet asal Bali yang nantinya menjadi kerangkan tim cricket PON Papua.

Makabori mengaku beberapa peserta batal ikut Kejurnas cricket karena terkendala alam berupa erupsi gunung Agung.

“Ada daerah yang takut, ada juga yang batal karena penerbangan akibat erupsi gunung Agung di Bali,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Cricket Indonesia (PP PCI), Abhiram S Yadev disela-sela penutupan di Denpasar Bali, Minggu (8/7/2018) mengatakan, hasil Indonesia Cricket League (ICL) sekaligus kejurnas 2018, telah menjaring banyak pemain muda potensial yang dipersiapkan memperkuat Timnas Cricket Indonesia.

Abhiram S Yadev mengaku kekuatan cricket di Indonesia sudah merata dengan kemunculan Kalimantan Timur dan Papua.

“Ini menjadi gambaran bakal kerasnya persaingan menuju PON Papua 2020," kata Abhiram.

"Luar biasa. Dari hasil ICL Kejurnas ini cukup banyak terjaring nama-nama pemain pendatang baru potensial dari berbagai provinsi yang bisa mengisi skuat Timnas Cricket Indonesia berikutnya," kata

Banyaknya jumlah pemain cricket muda potensi dari ICL tersebut, kata Abhiram, akan membawa dampak positif terhadap perkembangan prestasi olahraga cricket Indonesia ke depan.

"ICL Kejurnas telah memicu persaingan ketat antar pemain potensi dalam seleksi penentuan skuat Timnas Cricket Indonesia. Otomatis gengsi pemain timnas terangkat," katanya.

Mantan atlet cricket nasional, Sony Hawoe menjelaskan pertandingan cricket di kejurnas ini adalah sistem Round Robin. Artinya semua tim saling berhadapan 2 kali. Nilai tertinggi keluar sebagai juara.

Ia menambahkan untuk penuhi standar International Council Cricket (ICC) atau dewan kricket internasional, satu tim diwajibkan bermain lima kali.

Poin dalam permainan kricket adalah. Menang 6 poin, seri tiga poin dan kalah tidak mendapat poin alias nol,” katanya.

Jika poin sama ditentukan dengan Net run rate. Jika masih sama lagi ditentukan dengan super bowl.

“Selamat kepada tim putra Papua dan tim putri DKI Jakarta berhasil menjadi yang terbaik. Semoga cricket Indonesia semakin maju dan berprestasi lebih tinggi. (*)

loading...

Sebelumnya

Persiyamo raih kemenangan pertama

Selanjutnya

Sosok dibalik suksesnya Todd Ferre

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe