Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pengacara perempuan asal Tonga terpilih Direktur FFA
  • Rabu, 11 Juli 2018 — 08:17
  • 414x views

Pengacara perempuan asal Tonga terpilih Direktur FFA

Tupou-Roosen akan menjadi perempuan pertama, yang memegang jabatan itu ketika dia resmi mengambil alih bulan November mendatang.
Manumatavai Tupou-Roosen terpilih sebagai Direktur Umum yang baru, dari Forum Perikanan di kawasan pasifik, Forum Fisheries Agency (FFA). - RNZI/ Lisa Williams/ STRATAPMN
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Rarotonga, Jubi - Menteri-menteri perikanan dari seluruh wilayah Pasifik, dengan suara bulat menunjuk Manumatavai Tupou-Roosen, sebagai Direktur Umum yang baru dari Forum Perikanan di kawasan pasifik (Forum Fisheries Agency; FFA).

Tupou-Roosen akan menjadi perempuan pertama, yang memegang jabatan itu ketika dia resmi mengambil alih bulan November mendatang.

Sekretaris Jenderal Forum Kepulauan Pasifik (PIF), Dame Meg Taylor, mengatakan dia “sangat bangga bahwa seorang anak perempuan dari Pasifik yang Biru telah diangkat menjadi direktur jenderal FFA”.

Dame Meg menjelaskan bahwa Tupou-Roosen, seorang pengacara asal Tonga, telah bekerja sebagai penasihat hukum badan tersebut selama beberapa waktu terakhir ini, akan membawa serta pengetahuan dan pengalamannya dalam menjalankan peran kepemimpinan yang penting ini, untuk mengelola salah satu sumber daya paling berharga di wilayah ini.

Tupou-Roosen terpilih dalam pertemuan menteri-menteri perikanan anggota FFA di Kepulauan Cook pekan lalu, ketika para menteri juga menyatakan kekhawatiran mereka akan penangkapan ikan menggunakan metode rawai (longline) yang terlalu berlebihan di wilayah Pasifik.

Mereka mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Australia untuk mendanai program keamanan maritim Pasifik, Pacific Maritime Security Programme, dan menyambut dimulainya sistem pengawasan melalui udara untuk melawan penangkapan ikan secara ilegal.

Pertemuan tersebut juga menyepakati tugas FFA, untuk menangani masalah pelanggaran HAM di atas kapal-kapal penangkap ikan yang beroperasi di wilayah Pasifik, serta meningkatkan standar kerja untuk semua awaknya. (RNZI)

loading...

Sebelumnya

PM PNG undang beberapa pemimpin Pasifik

Selanjutnya

Kaledonia Baru jadi isu dekolonisasi di era modern  

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe