Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Ini potensi kendala kampanye imunisasi campak Rubella di Nduga  
  • Rabu, 11 Juli 2018 — 18:38
  • 528x views

Ini potensi kendala kampanye imunisasi campak Rubella di Nduga  

Kami siap laksanakan program kampanye ini untuk mencapai 100 persen bayi dan balita umur 9 bulan hingga 15 tahun. Butuh dukungan dari semua sektor, baik lintas program maupun lintas stakeholder yang lain
Pertemuan advokasi dan sosialisasi imunisasi campak dan rubella dinas kesehatan Nduga di Wamena-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Wamena, Jubi - Pemerintah kabupaten Nduga melalui Dinas Kesehatan setempat, menargetkan 100 persen pelayanan pelaksanaan kampanye imunisasi Campak Rubella yang akan mulai dilakukan pada Agustus 2018. Khusus bagi anak umur sembilan bulan hingga 15 tahun.

Namun kepala Dinas Kesehatan Nduga, Inna Gwijangge mengatakan, pihaknya bakal terkendala faktor transportasi. ”Nduga dengan 32 distrik, 420 kampung, 12 distrik yang bisa terjangkau dengan pesawat, sembilannya dengan helikopter,” katanya kepada wartawan saat sosialisasi imunisasi Campak Rubella di salah satu hotel di Wamena, Rabu (11/7/2018).

Untuk itu pihaknya berharap baik ke pemerintah pusat maupun provinsi Papua, dapat mendukung pelaksanaan kegiatan kampanye ini dengan menyediakan sarana transportasi.

“Kami siap laksanakan program kampanye ini untuk mencapai 100 persen bayi dan balita umur 9 bulan hingga 15 tahun. Butuh dukungan dari semua sektor, baik lintas program maupun lintas stakeholder yang lain,” kata dia.

Sutingatin. seorang staf Dinas Kesehatan Provinsi Papua menambahkan, program ini disebut imunisasi  massal Measles Rubella,  merupakan penggabungan antara imunisasi Campak dan Rubella yang merupakan jenis imunisasi yang berfungsi  melindungi tubuh dari dua penyakit sekaligus. Yakni  Campak (measles) dan Campak Jerman (Rubella).

“Kenapa imunisasi ini penting, karena telah ditemukan beberapa kasus terutama baru-baru terjadi di Asmat yang banyak menimbulkan kematian terhadap anak-anak,” ujar Sutingatin.

Meski kasus ini bukan saja terjadi di Asmat, untuk KLB campak ada berapa kasus yang Rubella, penyakit ini sangat berbahaya apabila mengenai ibu hamil. Resikonya,  antara lain keguguran atau anak yang dikandung cacat.

“Untuk itu kita awali dengan imunisasi masal yang sasarannya adalah anak umur 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun. Kemudian setelah itu, vaksin rubella introduksi measles rubella ini nantinya yang akan diintroduksikan menjadi program imunisasi,” ujar dia. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Pemda Jayawijaya berupaya perbaiki fasilitas di lokasi FBLB

Selanjutnya

2020, Jayawijaya ingin semua OPD terapkan ASB

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe