Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Kapolda : Di Nduga tidak ada operasi militer, namun operasi penegakan hukum
  • Kamis, 12 Juli 2018 — 13:03
  • 1117x views

Kapolda : Di Nduga tidak ada operasi militer, namun operasi penegakan hukum

“Kita harus tegakkan hukum untuk keadilan terhadap korban yang mati atau biarkan mereka bunuh orang terus?” tanya Kapolda.
Kapolda Papua, Irjenpol Boy Rafli Amar - Jubi/Roy Ratumakin
Victor Mambor
Editor :

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Kapolda Papua, Irjenpol Boy Rafli Amar menegaskan bahwa informasi tentang pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang terjadi di Keneyam adalah operasi penegakkan hukum dan bukan operasi militer.

“Di Nduga tidak ada operasi militer, namun operasi penegakan hukum. Itu operasi penegakan hukum oleh personel Polri terhadap kelompok bersenjata yang telah menembak dua pesawat sipil Demonim dan Trigana, termasuk dua pilot kena tembak dan tiga warga sipil dewasa dan satu balita dibacok dengan parang,” kata Kapolda Kamis (12/7/2018).

Hal ini disampaikan Kapolda sebagai klarifikasi atas informasi tentang pengejaran kelompok bersenjata di Nduga yang beredar sejak Rabu (11/7/2018).

Ia menambahkan, operasi tersebut dilakukan dalam rangka melindungi masyarakat lainnya agar tidak ada korban lagi.

“Kita harus tegakkan hukum untuk keadilan terhadap korban yang mati atau biarkan mereka bunuh orang terus?” tanya Kapolda.

Menurutnya, semua kegiatan yg dilakukan oleh kepolisian dalam rangka menegakkan hukum di NKRI.

“Dan yang dilakukan bukan operasi militer,” tegas Kapolda.

BACA Bupati Nduga : Saya minta warga tidak lari sembunyi ke hutan

Ia juga menambahkan bahwa dalam operasi tersebut tidak digunakan bom seperti informasi yang beredar sejak kemarin.

Rabu (11/7/2018), pengejaran terhadap kelompok bersenjatan dilakukan oleh aparat keamanan di Nduga.  Bupati Nduga, Yarius Gwijangge mengatakan aparat keamanan menggunakan jalur sungai dari Timika menuju Keneyam setelah singgah di Asmat karena tidak ada pesawat yang bisa digunakan.

Bupati Yarius juga mengatakan masyarakat melaporkan ada tembakan yang berasal dari sebuah helikopter yang berputar di atas Keneyam.

“Heli itu aksesnya dari Timika. Mereka tembak di atas Alguru,” lanjut Bupati Yarius.

Namun tembakannya itu diarahkan ke markas TPN/OPM di Alguru. Tidak ada serangan ke masyarakat.

Bupati mengaku telah meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak melakukan tembakan atau serangan dari udara karena dikhawatirkan bisa mengakibatkan warga sipil menjadi korban. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Bupati Nduga : Saya minta warga tidak lari sembunyi ke hutan

Selanjutnya

Mama Yosepha: "Indonesia mesti bertanya, mengapa mereka itu berjuang?"

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe