Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. FDS harus dikelola seperti Raja Ampat
  • Kamis, 12 Juli 2018 — 14:00
  • 375x views

FDS harus dikelola seperti Raja Ampat

Dikatakan Bupati Awoitauw, destinasi wisata di Raja Ampat yang terkenal saat ini awalnya tidak ada campur tangan pemerintah daerah di dalamnya. Semua pelayanan untuk mendatangkan orang dari luar dilakukan oleh pihak-pihak terkait yang berkerjasama langsung dengan masyarakat lokal.
Stand kerajinan tangan dari kulit kayu di arena FDS XI yang digelar 19-23 Juni lalu - Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi – Pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS) yang menjadi agenda tahunan di Kabupaten Jayapura diharapkan dapat dikelola seperti pengelolaan destinasi wisata di Raja Ampat.

Hal ini disampaikan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, saat ditemui Jubi di Senani, Kamis (12/7/2018).

“Dari pertemuan kita beberapa waktu lalu di Jakarta dengan tim dari persekutuan gereja-gereja Indonesia, ternyata mereka punya program pemberdayaan masyarakat yang diterapkan di Raja Ampat, secara khusus tempat wisatanya,” ujar Awoitauw.

Dikatakan, destinasi wisata di Raja Ampat yang terkenal saat ini awalnya tidak ada campur tangan pemerintah daerah di dalamnya.

Semua pelayanan untuk mendatangkan orang dari luar dilakukan oleh pihak-pihak terkait yang berkerjasama langsung dengan masyarakat lokal.

“Kalau sistem seperti ini dilakukan dalam penyelenggaraan FDS, saya pikir akan lebih baik dan dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat. Kalau diurus lagi melalui birokrasi pemerintahan akan semakin rumit. Tinggal OPD terkait memberikan dorongan untuk peningkatannya,” kata Bupati Awoitauw.

Sementara itu, seorang seniman Papua, Theodorus Yepese, menilai pelaksanaan iven budaya seperti FDS hendaknya diberikan kewenangan kepada anak-anak negeri yang berpotensi untuk mengelolanya.

“Pihak ketiga juga baik, tetapi ada kekurangannya. Pengelolaan FDS lebih baik di berikan tanggung jawab kepada anak-anak negeri atau pihak masyarakat adat untuk mengelolanya. Pemerinah tinggal bikin regulasinya saja,” ungkap pemilik sanggar seni Honong Papua ini. (*)

loading...

Sebelumnya

Bupati Jayapura: Keuangan daerah harus lebih banyak pada pelayanan masyarakat

Selanjutnya

Belum evaluasi, FDS tetap akan dikelola pihak ketiga

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6198x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5775x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3941x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe