Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pilihan Editor
  3. 50 Tahun Hirarki Keuskupan Jayapura, Kokoh Diatas Iman
  • Jumat, 18 November 2016 — 06:07
  • 1485x views

50 Tahun Hirarki Keuskupan Jayapura, Kokoh Diatas Iman

“Acara dimulai pada pukul 09.00 WIT dengan perarakan tarian penjemputan lalu penyerahan Kitab Suci dan pelepasan balon HUT 50 Tahun Hirarkhi Keuskupan Jayapura dan dilanjutkan dengan Misa Syukur,” katanya.
Suasana gladi yang berlangsung di GOR Cenderawasih Jayapura – Jubi/Ist.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Perayaan misa syukuran 50 tahun Hirarki Keuskupan Jayapura yang mengambil tema Kokoh Diatas Iman yang Berakar Dalam Budaya, Melangkah Keluar Menginjili Dunia yang akan berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Cenderawasih, hari ini, Jumat (18/11/2016) dipastikan akan dipadati umat Katolik se-Papua.

Hal ini dikatakan Koordinator Puncak Acara Antonius Ama Bolen kepada Jubi, Kamis (17/11/2016) di Jayapura.

“Acara dimulai pada pukul 09.00 WIT  dengan perarakan tarian  penjemputan lalu penyerahan Kitab Suci dan pelepasan balon HUT 50 Tahun Hirarkhi Keuskupan Jayapura dan dilanjutkan dengan Misa Syukur,” katanya.

Dikatakan, tujuan perayaan 50 tahun Hirarti Keuskupan Jayapura adalah untuk mengenang jasa para misionaris dan para leluhur yang merintis awal mula pewartaan Injil di Tanah Papua. Juga menunjukan kebersamaan dan kemandirian umat Keuskupan Jayapura yang terdiri dari berbagai latar belakang suku, budaya yang berbeda  yang di persatukan oleh iman akan Yesus Kristus.

 “Pada acara penjemputan nanti disambut oleh tarian yang dibawakan oleh Dekenat Keerom. Kenapa Dekenap Keerom? Karena Dekenat Keerom adalah basis umat Katolik asli Papua, yang merupakan awal mula penginjilan di Keuskupan Jayapura,” ujarnya.

Sedangkan penyerahan Kitab Suci, dilakukan oleh perwakilan  Masyarakat Key, yang merupakan anak cucu dari para leluhur misionaris awam Katolik pertama di Keuskupan Jayapura, untuk mengenang jasa dan perjuangan para leluhur.

“Kitab Suci diserahkan kepada tokoh umat Katolik Papua yaitu bapak Celsius Watae,” katanya.

Lanjut Boleng, usai perarakan akan dilanjutkan dengan Misa yang dipimpin oleh Uskup Jayapura Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM didampingi tiga Uskup yaitu Timika, Agast dan Merauke serta 50 Pastor.

Dalam sejarah perjalanan Gereja Katolik di Tanah Papua  pendirian hirarki pada tanggal 15 November 1966 merupakan satu tahapan penting. Gereja Misi mendapat tata kepemimpinan sendiri yang tersusun atas satu Keuskupan Agung Merauke dan dua Keuskupan Sufragan, yaitu Sukarnopura (kini Jayapura) dan Manokwari (kini Manokwari-Sorong).

Secara terpisah, Uskup Jayapura Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM mengatakan, tahun ini umat Katolik memperingati 50 tahun peristiwa bersejarah, dimana peristiwa kegerejaan, seperti berdirinya hirarki, tidak hanya menandai satu tahapan dalam rangkaian Sejarah Gereja dalam proses yang mungkin dianggap sudah semestinya demikian.

“Peristiwa itu juga merupakan satu kairos atau satu tahap kepenuhan. Sebab dilihat ke belakang ke saat-saat awal periode misi katolik di Tanah ini, tahapan ini merupakan kepenuhan dari segala usaha menabur benih dan menumbuhkan gereja,”katanya.

Sementara itu, bila dari tahapan ini pihaknya melihat ke depan, peristiwa ini merupakan satu saat yang genting, kairos, satu peristiwa yang menghadapkan umat Katolik pada tantangan untuk berjalan dengan kemampuan sendiri, lepas dari induk Gereja Misi. Satu tahapan kepenuhan tercapai. Tetapi tahap kepenuhan itu menjadi titik awal yang baru untuk perjalanan selanjutnya.

Uskup Leo menambahkan, pihaknya juga melihat jejak kaki dan tangan misionaris serta pelayan umat di segala tingkatan.

“Mereka adalah rekan kerja Tuhan. Dalam buku kenangan yang singkat ini tentu tidak bisa ditampilkan nama mereka semua beserta kisah mereka dalam merambah wilayah-wilayah baru di pesisir, pedalaman dan pegunungan,”katanya.

Dikatakan, kisah hidup dan karya mereka tidak lepas dari segala kesulitan dan kepahitan dalam menghadapi tantangan alam dan manusia. Tetapi sukacita Injil mewarnai perjumpaan mereka dengan penduduk setempat dan persahabatan dengan mereka selanjutnya.

“Kita berterimakasih kepada mereka semuanya saudara dan saudari misionaris, para guru, para pelayan umat di semua tingkatan, yang bersama uskupnya membangun umat Allah dalam persekutuan iman menuju kedewasaan dan kepenuhan dalam Yesus Kristus. Sebagian besar dari para misionaris sudah berpulang ke rumah Bapa setelah memperlihatkan laporan hidup dan karyanya yang menggembirakan di gerbang rasul Petrus,”ujarnya.

Ditempat terpisah, Ketua dokumentasi dan publikasi syukuran 50 Tahun Hirarki Keuskupan Jayapura, Piter Tukan mengatakan, untuk perayaan syukuran 50 Tahun Hirarki Keuskupan Jayapura pihaknya menyediakan media center untuk para jurnalis yang ingin meliput secara langsung acara tersebut.

“Ada media center yang telah kami siapkan, untuk fasilitas, kami juga sudah sediakan fasilitas seperti ruangan dan internet secara gratis. Kami berharap kerjasama yang baik dengan para jurnalis yang ada di Kota Jayapura maupun utusan dari daerah-daerah yang ingin meliput kegiatan tersebut,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Dewan Gereja-gereja Pasifik: Rakyat Papua berhak merdeka

Selanjutnya

HUT ke-8 KNPB: Kami rasa maju, lebih berani, terus bersatu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe