Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. IGI gelar workshop pembelajaran berbasis digital dan budaya lokal
  • Kamis, 12 Juli 2018 — 18:41
  • 746x views

IGI gelar workshop pembelajaran berbasis digital dan budaya lokal

“Workshop ini untuk mendukung IGI di wilayah Papua. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi para guru, bagaimana guru dapat mengevaluasi dengan terampil di era digital saat ini,” ucapnya kepada Jubi di Sentani, Kamis (12/7/2018).
Ketua Umum IGI, Khairuddin, saat membuka kegiatan workshop - Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi – Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Khairuddin, mengatakan guna merancang pembelajaran dan penilaian berbasis digital dan budaya lokal untuk menjawab tantangan implementasi kurikulum 2013, IGI Papua dan Kabupaten Jayapura menyelenggarakan workshop selama tiga hari, 12-14 Juni 2018, bertempat di aula SMA Asisi Sentani.

Workshop ini untuk mendukung IGI di wilayah Papua. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi para guru, bagaimana guru dapat mengevaluasi dengan terampil di era digital saat ini,” ucapnya kepada Jubi di Sentani, Kamis (12/7/2018).

“Sekarang ini kan zaman ujian berbasis komputer, jadi kita arahkan guru untuk memiliki kecakapan ke sana dan kita berharap  bisa diterapkan di setiap sekolah,” katanya menambahkan.

Khairuddin mengatakan para guru yang mengikuti kegiatan ini juga akan dilatih untuk membuat media pembelajaran berbasis budaya.

“Kita tahu bahwa Papua ini terkenal dengan budaya-budaya. Kita terapkan ini supaya budaya-budaya itu tidak tergerus oleh perkembangan teknologi dan zaman digital ini. Untuk itu harus ada sebuah ikatan yang di dalamny ada pendidikan dan bagaimana guru cakap mengajarkan budaya berbasis digital ini,” katanya.

Khairuddin berharap dengan workshop ini para guru bertambah ilmu dan kecakapannya dalam mengajar di era digital ini.

“Dengan apa yang dipelajari saat ini kiranya dapat dibagikan nanti kepada guru-guru yang ada di Papua agar perkembang pendidikan disini bisa berkembang lebih baik lagi di era digital ini,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Ketua panitia workshop, Heribertus Dhasiyono, mengatakan kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari di lingkungan sekolah SMA YPK Asisi.

“Kegiatan untuk dua hari nanti d fasilitasi oleh narasumber pusat  dan satu harinya nanti dari naram sumber lokal atau direktorat,” ucapnya.

Ia mengatakan untuk saat ini hanya guru dari tiga sekolah yang mengikuti workshop karena ruangan dan dana yang terbatas.

“SMA Asisi ada 28 orang guru, SMA Koinonia 23 guru, dan SMA Antonius Padua 18 orang guru. Para guru dari tiga sekolah ini setelah menyerap ilmu yang diberikan ini baru nanti dibagikan ke setiap sekolah yang belum atau tidak mengikuti kegiatan ini,” ucap Heribertus. (*)

loading...

Sebelumnya

Kopkedat: Tim dinas kesehatan sedikit kerja banyak liburnya

Selanjutnya

Tahun depan KPS dihentikan, diganti KIS

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe