Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Kabid SMP Disdik Merauke: Pungutan dari ortu siswa, harus ada kesepakatan
  • Jumat, 13 Juli 2018 — 20:23
  • 874x views

Kabid SMP Disdik Merauke: Pungutan dari ortu siswa, harus ada kesepakatan

“Saya memahami langkah yang dilakukan komite memungut dari orangtua siswa, tetapi harus ada kesepakatan bersama terlebih dahulu. Jika orangtua tak menginginkan, jangan dipaksakan,” kata Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Fonny Runtu.
Kabid SMP Dinas P dan K Merauke, Fony Runtu, saat memberikan keterangan pers – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Merauke, Jubi – Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Fonny Runtu, menegaskan pihaknya telah mengingatkan kepada komite sekolah agar tidak melakukan pungutan sepihak kepada orangtua siswa.

“Memang beberapa waktu lalu ada orangtua dari SMPN 1 Merauke datang mengadu di dinas dan menyampaikan adanya pungutan di sekolah tersebut dan kami telah menindaklanjuti,” ungkap Fonny kepada Jubi di ruang kerjanya, Jumat (13/7/2018).

Tindaklanjut yang dilakukan, demikian Fonny, dengan mendatangi SMPN 1 Merauke dan berdialog bersama komite maupun guru di sekolah tersebut.

“Saya memahami langkah yang dilakukan komite memungut dari orangtua siswa, tetapi harus ada kesepakatan bersama terlebih dahulu. Jika orangtua tak menginginkan, jangan dipaksakan,” katanya.

Lalu, jelas dia, ortu juga tak diwajibkan membayar sesuai nilai yang disepakati. Karena tak semua dari latar belakang keluarga mampu.

“Ini menjadi catatan dan harus ditindaklanjuti oleh komite sekolah,” pintanya lagi.

Ditanya tentang poin-poin pungutan di SMPN 1 Merauke, Fonny menambahkan pihaknya telah meminta komite melakukan pertemuan ulang dengan semua orang tua agar dibicarakan.

“Semua orangtua dipastikan harus hadir. Sehingga mereka mendengar sendiri apa yang diusulkan dan ditawarkan komite sehubungan dengan insentif kepala sekolah bersama wakilnya serta para guru,” katanya.

Ketua Komite SMPN 1 Merauke, Hendrikus Mahuze, menegaskan insentif yang dituangkan dalam surat  sudah disampaikan kepada para orangtua.

“Kami tidak diam-diam membuat rincian keuangan yang dipungut dari ortu siswa, tetapi ada pertemuan dilakukan sebelumnya,”  katanya.

“Kalaupun ada ortu protes, karena saat itu mereka tak menghadiri pertemuan dan hanya mendengar sepihak dari orang lain,” tuturnya menambahkan. (*)

loading...

Sebelumnya

Sebanyak 28 warga PNG diamankan di kantor Imigrasi Merauke

Selanjutnya

Lapas Merauke tak miliki poliklinik dan tenaga medis

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe