Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Seribu polisi amankan pilkada Paniai, DAP: Itu berlebihan
  • Jumat, 13 Juli 2018 — 20:55
  • 1020x views

Seribu polisi amankan pilkada Paniai, DAP: Itu berlebihan

Menurutnya, ada strategi lain yang dapat dilakukan untuk menciptakan pilkada aman dan damai di Paniai. Salah satunya membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak terakit di wilayah, termasuk masyarakat.
Ilustrasi aparat keamanan Polri dan TNI - Jubi. dok
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Polda Papua mengerahkan 1.000 orang personelnya mengamankan pelaksanaan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) Kabupaten Paniai, 25 Juli 2018 mendatang.

Namun pengerahan ribuan anggota Polri itu dinilai berlebihan oleh pengurus Dewan Adat Daerah Meepago, John NR Gobai. Sekretaris II Dewan Adat Papua (DAP) itu mengatakan, pilkada Paniai tidak hanya dengan cara pengerahan personil polisi secara besar-besaran. 

Menurutnya, ada strategi lain yang dapat dilakukan untuk menciptakan pilkada aman dan damai di Paniai. Salah satunya membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak terakit di wilayah, termasuk masyarakat.

"Jumlah anggota polisi yang dikerahkan mengamankan pilkada Paniai terlalu banyak. Lebih baik memberikan pemahaman kepada masyarakat dan semua pihak terkait di Paniai," kata John NR Gobai, Kamis, 12 Juli 2018.

Masyarakat Paniai kata Gobai, pada umumnya paham aturan asalkan disampaikan secara transparan. Untuk itu KPU provinsi dan KPU RI perlu menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat Paniai ada yang dijadikan dasar untuk pelaksanaan pilkada setempat, mengingat hingga kini masih ada pro-kontra akan hal itu. 

Katanya, masyarakat dan KPU Paniai menilai, KPU setempat yang mestinya melaksanakan pilkada sesuai keputusan sebelumnya. Namun KPU Papua juga bersikeras pada keputusan mereka, dan terakhir ada keputusan terbaru mengenai pelaksanaan pilkada Paniai akan digelar, 25 Juli 2018.

Inilah lanjut Gobai, yang harus diosialisasikan secara baik kepada masyarakat. Menyampaikan alasan mengapa ada keputusan baru, apa dasar komisioner KPU Paniai diberhentikan sementara, dan tugas mereka diambil alih KPU Papua. Apakah karena melanggaran aturan atau ada hal lain. 

“Tidak perlu melakukan pendekatan keamanan berlebihan, tapi membangun komunikasi dengan masyarakat, khususnya pasangan calon,” katanya.

Dalam tahapan pilkada Paniai kata dia, tidak dipungkiri ada pasangan calon kecewa dengan keputusan penyelenggara, ada yang merasa diuntungkan dan ada kelompok sakit hati. Namun jangan sampai demi kepentingan pasangan calon merusk kebersamaan orang Paniai. 

Di Paniai katanya, memang ada masyarakat yang rindu pembangunan, ada kelompok sakit hati terhadap petahana, dan ada yang bertahan dengan sikapnya karena faktor keluarga. 

Gobai tidak mempermasalahkan berapa pun pasangan calon yang akan mengikuti pilkada Paniai, selema ini tidak merusak kebersamaan dan persaudaraan antara masyarakat Paniai.

“Ada yang mendukung keputusan KPU Paniai, ada yang mendukung keputusan terbaru. KPU Papua dan KPU RI panggil kedua kelompok ini dan jelaskan agar tak saling curiga. Jadi tidak perlu dengan pengerahan ribuan pasukan,” ujarnya.

Sementara anggota komisi pemerintahan, politik, hukum dan HAM DPR Papua, Laurenzus Kadepa mengingatkan oknum komisoner KPU Papua tertentu untuk tidak membawa kebiasaan lama dalam periode kerja KPU Papua baru kini lima tahun ke depan.

Menurutnya, tujuh komisioner KPU Papua kini harus berkomitmen melaksanaan demokrasi yang baik, tidak mengorbankan masyarakat dengan keputusan-keputusan kontroversial.

“Lebih baik berpikir mengaktifkan kembali komisioner KPU Paniai yang di berhentikan agar mereka melanjutkan tahapan pilkada,” kata Kadepa.

Sebagai anak asli Paniai menurut Kadepa, ia tahu persis masalah yang terjadi di wilayah itu. Karenanya, oknum tertentu di KPU Papua dalam pelaksanaan pilkada Paniai, harus mempertimbangkan berbagai aspek keamanan. 

KPU Papua menyatakan, pilkada Paniai digelar, 25 Juli 2018, dengan diikuti dua pasangan calon (paslon) yakni calon bupati, Meki Nawipa yang berpasangan dengan Oktopianus Gobai dan calon bupati petahana, Hengky Kayame dan pasangnnya Yehezkiel Tenouya.

“Ini sesuai surat keputusan (SK) Nomor 77 yang diterbitkan KPU Papua, 19 Juni 2018 dengan pembatalan SK 31 KPUD Paniai tentang penetapan satu paslon,” kata Tarwinto. 

Katanya, ini sudah merupakan keputusan KPU Papua. Jika nantinya masyarakat Paniai menolak menurutnya, itu lumrah dalam pelaksanaan demokrasi. Tapi aspirasi harus disampaikan tanpa anarkis dan tidak menghalang-halangi tahapan, misalnya menempuh jalur hukum. 

“Penyelenggara bekerja sesuai aturan. Semua ada mekanismenya. Kami telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk pelaksanaan pilkada Paniai. Masalah keamanan kan tugas aparat keamanan,” ucapnya.

Polda Papua menyatakan siap mengamankan pelaksanaan pilkada Panai sesuai jadwal yang ditetapkan KPU. Polda Papua mengerahkan seribu personel untuk bersiaga di Paniai. 

“Akan kami lihat ke depan berdasarkan evaluasi dengan Polres Paniai. Apakah perlu penambahan atau tidak,” kata Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Pemilik hak ulayat tagih janji Jonan terkait kontrak Freeport

Selanjutnya

Parpol lokal Papua gelar Rapimda ke-II

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe