Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Parpol lokal Papua gelar Rapimda ke-II
  • Jumat, 13 Juli 2018 — 21:08
  • 917x views

Parpol lokal Papua gelar Rapimda ke-II

"Kami orang asli Papua bisa bikin partai lokal, karena ini perintah amanat amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Dalam pasal 22 huruf (P) dan pasal 28 huruf (P)," kata Fonataba saat Rapimda.
Suasana rapat pimpinan daerah (rapimda) ke-II dan seminar se-Papua dan Papua Barat di gedung Kesenian Papua, Kota Jayapura, Jumat (13/7/2018) - Jubi/Arjuna Pademme.
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Partai politik lokal (parpol lokal) Papua, Papua Bersatu menggelar rapat pimpinan daerah (rapimda) ke-II dan seminar se-Papua dan Papua Barat di gedung Kesenian Papua, Kota Jayapura, Jumat (13/7/2018).

Rapimda ini dihadiri wakil ketua Komisi I DPR Papua bidang politik, Tan Wie Long, Sekretaris Komisi I, Mathea Mamoyau, anggota DPR Papua jalur pengangkatan perwakilan wilayah adat Saireri, Yonas Nusi dan akademisi Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Prof Dr. Melkias Hetharia.

Pendiri dan ketua umum Partai Papua Bersatu, Kris D.J. Fonataba mengatakan, ini merupakan momen bersejarah untuk seluruh masyarakat Papua dan Papua Barat. Pihaknya berharap dukungan DPR Papua agar hasil Rapimda tersebut dapat dibuat dalam bentuk rekomendasi, tindaklanjutnya kepada Pemprov Papua dan pemerintah pusat.

"Kami orang asli Papua bisa bikin partai lokal, karena ini perintah amanat amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Dalam pasal 22 huruf (P) dan pasal 28 huruf (P)," kata Fonataba saat Rapimda.

Akademisi Uncen, Profesor Melkias Hetharia mengatakan, ketika penyusunan UU Otsus, masyarakat Papua berharap ada suatu partai politik daerah atau partai politik lokal yang menjadi wadah untuk mewadahi pemikiran politik masyarakat Papua yang mungkin tak sesuai pemikiran pusat.

Katanya, biarkan orang Papua berjuang secara politis melalui wadah yang disiapkan. Harapannya, tak ada lagi pertikaian di Papua dan menciptakan Papua tanah yang damai.

Sedangkan wakil Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long dan Sekretaris Komisi I Mathea Mamoyao mengatakan, parpol lokal Papua bersatu hadir empat tahun lalu. Namun hingga kini belum ada pengakuan oleh pemerintah pusat. Untuk itu, DPR Papua ingin bersama pemerintah daerah dan pengurus parpol lokal membahas apa yang diinginkan pemerintah pusat agar partai ini dapat diakui keberadaannya.

"Ini yang diharapkan agar dapat mengangkat harkat dan martabat orang asli Papua, dan masyarakat nusantara di Papua. Tidak ada nuansa negatif yang dilaksanakan pada hari ini," kata Tan Wie Long. (*) 


 

loading...

Sebelumnya

Seribu polisi amankan pilkada Paniai, DAP: Itu berlebihan

Selanjutnya

Klasis Kingmi Keneyam: Tiga orang meninggal paska penyisiran aparat keamanan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe