Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Kepolisian Solomon bela tindakan penyitaan Bintang Kejora
  • Sabtu, 14 Juli 2018 — 14:02
  • 3622x views

Kepolisian Solomon bela tindakan penyitaan Bintang Kejora

Sabtu lalu, seorang laki-laki asal Solomon, Ben Didiomea, ditanyai oleh polisi setelah didapati mengangkat Bendera Bintang Kejora Papua Barat sebagai bentuk protes di depan stan Indonesia dalam festival tersebut.
Polisi Nasional Kepulauan Solomon, Royal Solomon Islands Police Force - RNZI/ Koroi Hawkins
Admin Jubi
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:14 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:38 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:47 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Honiara, Jubi - Polisi Kepulauan Solomon telah membela tindakan penyitaan bendera Papua Barat yang dilakukan oleh beberapa oknum anggotanya di luar stand Indonesia saat Festival Seni dan Budaya Melanesia (MACFest) berlangsung di Honiara.

Sabtu lalu, seorang laki-laki asal Solomon, Ben Didiomea, ditanyai oleh polisi setelah didapati mengangkat Bendera Bintang Kejora Papua Barat sebagai bentuk protes di depan stan Indonesia dalam festival tersebut.

Didiomea menegaskan bahwa dia berdiri dalam solidaritas dengan sesama masyarakat Melanesia di Papua yang berada di bawah Indonesia, di mana Bendera Bintang Kejora dilarang.

Asisten Komisaris Polisi khusus kawasan ibu kota, Solomon Sisimia, dari Polisi Nasional Kepulauan Solomon, Royal Solomon Islands Police Force, mengatakan bahwa mereka telah menyampaikan kepada Didiomea dan rekan-rekannya yang bersama-sama protes bahwa bendera itu disita karena festival itu bukan acara politik.

“Sebenarnya, sebelum kejadian itu, petugas kepolisian juga telah menghentikan satu kelompok anak muda beberapa hari lalu, mereka juga datang dan mengancam akan membakar stan yang sama, dan mereka mengatakan bahwa mereka berasal dari gerakan pro-kemerdekaan Papua Barat,” jelasnya.

“Jadi bendera itu kami ambil dari lokasi itu untuk menghentikan upaya provokasi lebih lanjut terhadap delegasi Indonesia hari itu.”

Sisimia membantah laporan bahwa Kepolisian Solomon telah memberikan layanan spesial untuk delegasi Indonesia.

“Tidak ada pengaturan khusus untuk kunjungan delegasi Indonesia. Operasi polisi (untuk Festival secara keseluruhan) disediakan untuk semua orang yang turut ambil bagian dalam festival ini,” tambahnya.

Selama sepuluh hari terakhir kota Honiara menjadi tuan rumah festival Melanesia dan ribuan artis dari berbagai negara Melanesia pun datang untuk meramaikan acara yang diselenggarakan setiap empat tahun itu.

Sisimia menerangkan bahwa meskipun pasukan kepolisian Solomon yang dikerahkan untuk berpatroli dan mengamankan acara tersebut cukup terbatas, sebagian besar Festival  itu berjalan lancar.

Menurutnya, pasukan tambahan telah ditambahkan untuk memantau upacara penutupan semalam. (RNZI)

loading...

Sebelumnya

Freeport Indonesia dapat 20 tahun lagi, Pemerintah RI "kantongi" 51 persen

Selanjutnya

ULMWP : TPN PB dan aparat keamanan Indonesia tak boleh korbankan warga sipil

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe