Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. BEM Uncen: Berikan akses kepada wartawan lokal meliput ke Nduga
  • Minggu, 15 Juli 2018 — 22:39
  • 926x views

BEM Uncen: Berikan akses kepada wartawan lokal meliput ke Nduga

"Berikan akses yang luas kepada wartawan lokal turun ke lapangan agar memberikan informasi secara berimbang supaya diketahui publik apa yang terjadi di Kenyam kabupaten Nduga," ujarnya. 
Ilustrasi Mahasiswa Universitas Cendrawasih - Jubi/Dok.
Agus Pabika
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Ketua presiden Mahasiswa Universitas Cendrawasih (Uncen) Jayapura meminta kepada media yang meliput berita terkait konflik di tanah Papua harus menyiarkan secara berimbang dan sesuai fakta di lapangan.

Paskalis Boma mengatakan, berita konflik yang terjadi di Kenyam kabupaten Nduga disiarkan media nasional dan lokal sangat berbeda jauh dengan apa yang terjadi di lapangan.

"Yang kami baca, berita tidak berimbang atau sama antara berita media nasional dan lokal sehingga dapat membingungkan masyarakat dan bisa juga memprovokasi masyarakat," ujarnya saat mengelar jumpa pers di sekretariat PMKRI cabang Jayapura di Kamkey, Jumat (13/7/2018).

Lanjut Paskalis, dengan berita yang tidak berimbang ini dirinya meminta kepada pihak pemerintah dan keamanan agar memberikan askses yang seluas-luasnya kepada wartawan agar turun ke lapangan untuk meliput.

"Berikan akses yang luas kepada wartawan lokal turun ke lapangan agar memberikan informasi secara berimbang supaya diketahui publik apa yang terjadi di Kenyam kabupaten Nduga," ujarnya. 

Sementara itu Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Santo Eifrem Jayapura, Benediktus Bame meminta kepada pemerintah provinsi Papua, TNI/Polri dan Pemda untuk mengirim tim untuk menetralisir situasi di sana dan memberikan pendampingan kepada warga sipil yang trauma akibat kejadian yang menimpa mereka.

 "Dengan kehadiran mereka diharapkan dapat menghilangkan ketakutan warga sipil di sana agar lebih tenang," harapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Tim SAR belum temukan warga hilang di perairan Sarmi

Selanjutnya

Jamaah calhaj Kota Jayapura mulai berangkat ke Tanah Suci 30 Juli

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe