Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. PM PNG beri otonomi pada tiga provinsi
  • Senin, 16 Juli 2018 — 08:43
  • 806x views

PM PNG beri otonomi pada tiga provinsi

Para gubernur sedang berada di Madang untuk membahas penyampaian layanan yang lebih efektif, terutama untuk proyek-proyek yang berada di bawah Perjanjian Alotau 2.
Perdana Menteri Papua Nugini saat menandatangani perjanjian. - The National PNG/ Dorothy Mark
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Madang, Jubi - Pemerintah Nasional Papua Nugini, resmi memberikan otonomi yang lebih besar kepada Provinsi Irlandia Baru, Provinsi Britania Baru Timur, dan Provinsi Enga, dengan memberikan kuasa bagi setiap provinsi untuk mengelola sendiri urusan keuangan, politik, dan administratif mereka masing-masing.

Perdana Menteri Peter O’Neill menandatangani perjanjian itu di Madang, Kamis lalu (12/7/2018).

O’Neill tiba di Madang untuk menggenapi kesepakatan yang dibuat oleh gubernur dari ketiga provinsi itu, dalam sebuah konferensi empat hari minggu lalu.

Para gubernur sedang berada di Madang untuk membahas penyampaian layanan yang lebih efektif, terutama untuk proyek-proyek yang berada di bawah Perjanjian Alotau 2.

Menteri hubungan antar-pemerintah, Kevin Isifu, mengatakan otonomi yang diberikan kepada tiga provinsi itu berbeda dengan otonomi yang diberikan pemerintahnya kepada Bougainville.

Dia menambahkan bahwa Bougainville adalah daerah otonomi yang akan menerima kemerdekaan, sementara Irlandia Baru, Britania Baru Timur, dan Enga hanya diberikan otonomi untuk mengambil lebih banyak tanggung jawab, dalam mengelola dan menjalankan provinsi kepada mereka.

Dia mengatakan ketiga provinsi itu diberikan otonomi dalam bidang administratif, keuangan, dan politik.

“Pembagian kekuasaan yang kita dukung ini dilakukan untuk meningkatkan desentralisasi dari pemerintah pusat, namun ini merupakan jenis otonomi yang berbeda di mana hanya beberapa jenis kewenangan diserahkan pada provinsi,” katanya.

“Kita memberikan beberapa fungsi dan kekuasaan, yang dulunya berada di Waigani (sebutan untuk Pemerintah Nasional PNG) kepada setiap provinsi,” katanya.

“Kekuasaan ini akan memungkinkan mereka untuk berjalan secara mandiri, tanpa terlalu banyak bergantung pada Waigani.”

O’Neill menjelaskan bahwa penandatanganan perjanjian otonomi itu merupakan awal dari proses pemberian otonomi yang lebih besar untuk provinsi-provinsi, dan menandai fase baru dalam sejarah dan praktik desentralisasi PNG.

“Hal ini adalah satu langkah maju sejak 2012, di mana Pemerintah ini, dalam masa jabatan yang sebelumnya, melalui parlemen, menugaskan peninjauan kembali undang-undang organik,” katanya.

“Dalam menandatangani perjanjian ini dengan ketiga provinsi, saya ingin menegaskan bahwa semua yang kita lakukan harus dilakukan sesuai dalam kerangka konstitusi nasional kita,” tegas O'Neill.

“Dan, saya tekankan, konstitusi tidak mencakup kemerdekaan,” simpulnya. (PINA)

loading...

Sebelumnya

UU larangan plastik resmi berlaku di Vanuatu

Selanjutnya

Jenazah dua bayi di Samoa dikembalikan usai autopsi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe