Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Perempuan dan Anak
  3. Abock Busup: Dukung perempuan berkiprah dalam politik
  • Senin, 16 Juli 2018 — 12:50
  • 826x views

Abock Busup: Dukung perempuan berkiprah dalam politik

“Sudah semestinya perempuan mendapatkan hak-haknya. Saya sangat mendukung itu. Bisa dilihat, partai kami adalah parpol pertama di Papua yang sudah mendaftar di KPU dan dinyatakan lengkap yang mana keterwakilan perempuan 30 persen itu sudah terpenuhi, bahkan lebih. Ini komitmen kami untuk ikut memajukan peran perempuan di dalam perpolitikan,” jelas Abock Busup, yang juga Bupati Kabupaten Yahukimo, ditemui Jubi usai pembekasan.
Pimpinan dan anggota PAN Provinsi Papua berfoto bersama usai mendaftarkan bakal calon anggota DPR Papua tahun 2019 di KPU Papua, Sabtu (14/7/2018). - Jubi/Yuliana Lantipo
Yuliana Lantipo
Editor :
LipSus
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:14 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:38 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:47 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

SABTU, 14 JULI 2018. Meski hujan awet sedari subuh, ternyata tak menghentikan langkah  perempuan Papua berbalut anggun dress batik motif burung Cenderawasih dan semi jasa biru, pada sore siang itu. 

Rambut keritingnya yang hitam ‘dianyam’ rapi dan diikat. Tak ketinggalan tas perempuan berbahan anyaman noken warna-warni di tangan kanannya. 

Adalah Yemina Sobolim—perempuan Lapago asal Kabupaten Yahukimo. 

Pemilik sapaan Mina ini merupakan salah satu perempuan bakal calon anggota DPR Provinsi Papua yang telah didaftarkan oleh Partai Amanat Nasional (PAN) Wilayah Provinsi Papua untuk maju pada Pemilihan Legislatif 2019 nanti.

Di tengah-tengah hujan, Mina bersama puluhan rekannya dan para unsur pimpinan parpol berlambang matahari putih itu melangkah mantap dalam konvoi sekiranya 500 meter menuju kantor KPU Provinsi Papua, yang berada di samping kantor Gubernur Papua, Dok 2 Jayapura. 

“Hujannya sedikit, cuma rintik jadi tidak apa-apa,” ucap Mina, sembari menimpal cepat, “Ini hujan berkat, pertanda baik bagi kami,” ucapnya sembari senyum saat disapa Jubi, bersama awak media yang telah berada di halaman kantor KPU, Sabtu sore.

Di sela-sela pendaftaran bakal caleg itu, Mina mengaku tegang sekaligus antusias. Pasalnya, pencalonannya sebagai anggota legislator merupakan sebuah langkah maju yang sebelumnya tak pernah dipikirkannya.

“Kegiatan saya lebih banyak dipelayanan di gereja,” kata ibu dari empat anak tersebut. 

“Terjun di politik ini sangat baru… tetapi saya antusias apalagi suami dan keluarga sangat mendukung,” ucapnya.

Keluarga

Bagi Mina, dukungan suami dan keluarga adalah kekuatan dasar. 

Ia menyadari, masih banyak perempuan Yahukimo yang kurang mendapat dukungan baik dalam peningkatan keterampilan maupun kesempatan belajar. 

“Kondisi ini yang sebenarnya menjadi motivasi saya mau maju caleg, selain ada keluarga inti yang mendukung dan pimpinan partai khususnya PAN, yang mempercayakan kami dan mendukung penuh,” ucap Mina.

“Jadi, bagi saya, dukungan keluarga dulu yang menjadi pegangan dan yang meyakinkan saya untuk berani masuk politik karena bagi saya, ini bisa menjadi satu jalan yang bisa saya lalui dan perjuangkan kepentingan perempuan….apalagi di Yahukimo,” ucap Mina.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Papua, Abock Busup telah membuktikan dukungannya bagi kaum hawa dalam perpolitikan. Hal tersebut terlihat dari penempatan nomor urut kandidat perempuan pada pendaftaran bakal calon legislator 2019.

“Sudah semestinya perempuan mendapatkan hak-haknya. Saya sangat mendukung itu. Bisa dilihat, partai kami adalah parpol pertama di Papua yang sudah mendaftar di KPU dan dinyatakan lengkap yang mana keterwakilan perempuan 30 persen itu sudah terpenuhi, bahkan lebih. Ini komitmen kami untuk ikut memajukan peran perempuan di dalam perpolitikan,” jelas Abock Busup, yang juga Bupati Kabupaten Yahukimo, ditemui Jubi usai pembekasan.

Abock Busup berkomitmen mendorong perempuan lapago untuk berkecimpung sebagai legislator. 

“Biasanya di rumah-rumah, kalau ada sosok perempuan, mama, rumah itu jadi lebih hidup. Mereka bisa mengatur supaya semua baik, dapat makan yang baik, minum, dan hampir semua urusan bisa dilakukan. Jadi, saya percaya perempuan lebih peka dan harapan saya dengan hadirnya perempuan di legislatif bisa bawa perubahan. Yang penting harus kasi kesempatan untuk perempuan juga memulai,” ucap Abock Busup.

Pada Sabtu, 14 Juli 2018, para pimpinan dan anggota partai berlambang matahari putih itu mendaftarkan 55 bakal calegnya dari tujuh daerah pemilihan di Provinsi Papua. 

Ketua KPU Papua, Theodorus Kossay, membenarkan bahwa berkas pengajuan bakal caleg dari partai PAN telah lengkap.

Ia menegaskan, keterwakilan perempuan 30 persen merupakan keharusan sebagai amanat Undang-Undang. Penempatan nomor urut pun menjadi perhatian serius.

Aturan keterwakilan perempuan tersebut tertuang dalam UU12 tahun 2003 Tentang Pemilu yang mana keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30 persen dalam pencalonan anggota legislatif.

Peraturan itu juga tertera di Peraturan KPU yang baru Nomor 20 Tahun 2018 pasal 6 bahwa daftar calon wajib memuat keterakilan perempuan paling sedikit 30 persen di setiap dapil.

Dalam hal penghitungan 30 persen bakal calon perempuan di setiap dapil menghasilkan angka pecahan maka akan dilakukan pembulatan ke atas.

Parpol yang tidak memenuhi ketentuan tersebut maka tidak dapat diterima.

“Jadi, harus ada satu perempuan dari setiap tiga nama bakal caleg, dan seterusnya. Misalnya nomor urut 1 dan 2 adalah laki-laki, maka nomor urut 3 harus perempuan. Ataupun dua perempuan, dan satu laki-laki. Tidak boleh nama perempuan di nomor bawah saja, harus ada juga yang di nomor kecil,” terang Kossay.

Sandra Mambrasar, salah satu perempuan anggota KPU Provinsi Papua, turut berharap agar ruang demokrasi semakin terbuka khususnya dalam keterlibatan perempuan di segala bidang, termasuk pencalegkan, sebagaimana dikatakan Mantan Wakil Sekjend UN Women dan Presiden Chili, Michellet Bachelet.

“Jika demokrasi mengabaikan partisipasi perempuan, tidak menanggapi suara perempuan, dan membatasi perkembangan hak-hak perempuan, sesungguhnya demokrasi itu hanya untuk separuh warganya.” 

Semoga Mina dan para bakal caleg perempuan mendapatkan demokrasi itu. (*)

loading...

Sebelumnya

SSB Batik dapat restu ke Jakarta

Selanjutnya

Pemkab Jayapura akan kirim guru magang di SMA unggulan di Sumut

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe