close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nusa
  3. Nilai ekspor jagung asal NTB mencapai U$ 20,71 juta
  • Senin, 16 Juli 2018 — 19:04
  • 595x views

Nilai ekspor jagung asal NTB mencapai U$ 20,71 juta

Jagung produksi petani di Pulau Sumbawa tersebut dikirim ke Filipina melalui Pelabuhan Badas di Kabupaten Sumbawa dan Pelabuhan Bima di Kabupaten Bima.
Jagung kuning bahan popcorn, pixabay.com
ANTARA
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Mataram, Jubi - Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat mencatat nilai ekspor jagung asal daerah setempat pada semester pertama tahu ini sebesar U$ 20,71 juta dolar Amerika Serikat, dengan volume mencapai 77.500 ton. Jagung produksi petani di Pulau Sumbawa tersebut dikirim ke Filipina melalui Pelabuhan Badas di Kabupaten Sumbawa dan Pelabuhan Bima di Kabupaten Bima.

"Jagung menjadi komoditas yang memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap neraca ekspor NTB di saat menurunnya ekspor komoditas hasil tambang,"  Kepala BPS  Endang Tri Wahyuningsih di Mataram, Senin, (16/7/2018)

Tercatat pengiriman jagung dari Pulau Sumbawa ke Filipina periode semester I tahun 2018 dilakukan dalam beberapa tahap di antaranya bulan Maret sebanyak 11.100 ton senilai U$ 3,012 juta dolar AS, April sebanyak 14.700 ton senilai U$ 3,793 juta dolar AS. Sedangkan pengiriman menggunakan kapal tanker juga dilakukan pada Mei sebanyak 20.600 ton senilai U$ 5,385 juta dolar AS, dan Juni sebanyak 31.100 ton senilai U$ 8,522 juta dolar AS.

"Puncak ekspor terjadi pada Juni sehingga memberikan kontribusi sebesar 10,90 persen dari total nilai ekspor komoditas NTB pada Juni sebesar 78,225 juta dolar AS," ujar Endang menjelaskan.

Kepala Seksi Ekspor, Bidang Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perdagangan NTB, Rachmat Wira Putra, mengatakan ekspor jagung ke luar negeri memberikan kontribusi terhadap devisa negara di tengah menguatnya mata uang dolar AS.

"Transaksi perdagangan komoditas ekspor tentu menggunakan mata uang dolar AS. Jadi eksportirnya mendapat imbas dari menguatnya dolar AS terhadap rupiah," ujar Rachmat.

Ia menyebutkan pengiriman jagung ke Filipina pada ekspor perdana sebanyak 11.100 ton dilakukan pada Maret 2018.  NTB akan mengekspor ke Filipina untuk terakhir kali pada Juli 2018  karena musim panen jagung di Pulau Sumbawa sudah berakhir.

"Mudah-mudahan tahun depan ada ekspor jagung lagi sehingga ada keragaman produk NTB yang laku di pasar internasional. Tidak selalu dominan komoditas hasil tambang," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kapal Jerman pegangkut gas berhasil dievakuasi

Selanjutnya

Pesantren di apartemen, baru ada di Depok

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4940x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4304x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 3826x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2520x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2464x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe