Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Ortu SMPN 1 Merauke kaget, ada pungutan tanpa kuitansi
  • Senin, 16 Juli 2018 — 19:31
  • 592x views

Ortu SMPN 1 Merauke kaget, ada pungutan tanpa kuitansi

"Uang tersebut adalah titipan dari komite, uang iuran dua bulan yakni Juli dan Agustus," katanya.
Wakil Kepsek SMPN 1 Merauke saat memberikan klarifikasi – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

MI dan RW, dua dari ratusan orangtua yang anaknya diterima di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Merauke. Bangga dan senang ketika anak mereka diterima di sekolah yang menjadi incaran banyak orang itu.

Hanya saja dibalik semangat dan sukacita yang dialami serta dirasakan, ada rasa ketidakpuasan ortu setelah adanya pungutan dilakukan pihak sekolah senilai Rp 100.000 tanpa disertai bukti kuitansi.

Salah satu orangtua, MI kepada Jubi mengaku kedatangannya ke sekolah beberapa hari lalu, untuk membayar uang seragam dan lain-lain yang telah diminta pihak sekolah.

Jumlah dana yang diminta, katanya, kemeja batik Rp 140.000, kaos olahraga dan celana Rp 160.000, dasi Rp 25.000, topi Rp 25.000, tanda kelas Rp 15.000, tanda lokasi Rp 15.000, bedge sekolah Rp 15.000, kaus kaki Rp 35.000, ikat pinggang Rp 25.000, bed merah putih Rp 15.000. Jadi, total dana seluruhnya yang diserahkan Rp 470.000.

“Saya tak mempersoalkan dana tersebut, karena sudah disampaikan sekolah sebelumnya. Hanya saja yang jadi persoalan adalah kenapa kami harus diminta tambah Rp 100.000 lagi,” tanya dia.

Dikatakan, saat menyerahkan uang seragam Rp 470.000, seorang guru meminta tambahan dana Rp 100.000 lagi. Alasannya, itu permintaan komite sekolah.

“Terus terang, saya hanya membawa uang seragam. Sehingga sempat menanyakan apakah uang seragam, termasuk juga dengan Rp 100.000 dari komite? Guru itu mengaku tidak termasuk didalam rincian seragam,” ungkapnya.

“Saya kaget, kok tiba-tiba ada pungutan tambahan Rp 100.000. Kalaupun ada begitu, harusnya ada pemberitahuan sebelumnya kepada orangtua, sehingga semua tahu ,” pintanya.

Dengan pungutan tambahan, menurut dia, membuat orangtua tidak terima. “Ya, kami hanya bawa uang pas untuk membayar seragam. Tapi kenapa harus diminta tambah lagi,” ungkapnya dengan kesal.

Hal serupa disampaikan orangtua lain, RW. “Saya pun mengalami. Usai membayar uang seragam, masih diminta tambahan Rp 100.000,” katanya.

Sebenarnya, jelas RW, ia tak ingin mempersoalkan pungutan tambahan tersebut  jika telah ada pertemuan bersama semua orangtua.

“Kalau ada pungutan, kami terima saja asalkan perlu ada kesepakatan bersama dengan orangtua. Sehingga tak menimbulkan polemik seperti begini,” tuturnya.

Dia mengaku, tak ada bukti kuitansi diberikan setelah menyetor uang tambahan Rp 100.000. Akibatnya, berbuntut panjang.

Pungutan itu uang titipan komite

Secara terpisah Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMPN 1 Merauke, Tego membenarkan adanya pungutan Rp 100.000 di luar uang seragam serta beberapa perlengkapan. Pihak sekolah menjelaskan uang tersebut adalah titipan dari komite, uang iuran dua bulan yakni Juli dan Agustus.

“Betul bahwa kami belum melakukan pertemuan bersama orangtua. Karena baru selesai pendaftaran dan penerimaan. Rencananya tanggal 16 Juli 2018 baru proses belajar mengajar dilangsungkan,” ungkapnya.

Ditanya kenapa tak ada pengumuman di tempel agar dapat dibaca dan diketahui ortu,Tego beralasan itu tidak masuk dalam syarat penerimaan siswa baru, lantaran merupakan titipan dari komite. “Ya, kalau ada keberatan orangtua yang tidak mampu, silahkan disampaikan,” saran dia.

Dijelaskan, nantinya uang Rp 100.000, akan dimasukan di dalam kartu iuran bulanan rutin, setelah siswa-siswi mulai masuk sekolah dan mengikuti proses belajar mengajar.

Ketua Komite SMPN 1 Merauke, Hendrikus Mahuze mengatakan, pungutan tersebut bukanlah masalah. Ortu yang mengeluh, lantaran tak mendapatkan informasi jelas.  “Betul ada penarikan iuran dua bulan kepada siswa-siswi baru senilai Rp 100.000,” ujarnya.

Uang yang dipungut, menurutnya, merupakan partisipasi orangtua terhadap komite. “Jika ada yang bilang pungutan luar (pungli), saya tegasnya tidak,” katanya.

Menyangkut kuitansi tak ada, Hendrik mengaku, akan diberikan kartu iuran. “Saya  sudah merencanakan setelah proses belajar mengajar dilangsungkan, semua orangtua diundang untuk dilakukan pertemuan,” ujarnya.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Vony Runtu mengaku, pihaknya baru mendapatkan  informasi dari rekan-rekan wartawan kalau ada pungutan di SMPN 1.

“Selama ini tidak pernah dengar. Saya baru tahu setelah rekan-rekan datang kesini. Sebagai tindaklanjutnya, kepala sekolah akan dipanggil dan dimintai penjelasan,” tegasnya.

Setelah itu, demikian Vony, pihaknya turun langsung ke sekolah dan mengecek kebenaran kepada komite maupun perwakilan orangtua.

“Saya belum bisa memberikan jawaban sekarang, karena harus mendengar dari beberapa pihak terlebih dahulu mulai dari kepala sekolah, guru maupun perwakilan ortu siswa,” katanya.

Ditanya bagaimana jika betul ada pungutan tanpa kuitansi, Vony meminta untuk diberikan kesempatan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait.

“Mohon maaf saya belum bisa banyak bicara. Tetapi bahwa informasi yang dibawa rekan-rekan wartawan, sangat bermanfaat bagi kami,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Bersatu mendukung imunisasi

Selanjutnya

Dorong OAP kembangkan usaha ekonomi produktif

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe