Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Pasokan berkurang, harga telur di pasar lama Sentani naik
  • Senin, 16 Juli 2018 — 20:36
  • 502x views

Pasokan berkurang, harga telur di pasar lama Sentani naik

“Kenaikan ini terjadi itu karena yang dari Jawa sana mereka kirim sedikit. Apalagi bayar timbangan lagi to, jadi kesini sudah mahal,” kata Hesty, seorang pedagang telur di pasar lama Sentani, Senin (16/7/2018).
Ilustrasi telur yang dijual di pasar - Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi – Harga telur di pasar lama Sentani mengalami kenaikan senjak dua pekan terakhir. Kenaikan ini terjadi karena telur yang biasa didatangkan dari luar Papua jumlah pasokannya berkurang.

“Kenaikan ini terjadi itu karena yang dari Jawa sana mereka kirim sedikit. Apalagi bayar timbangan lagi to, jadi kesini sudah mahal,” kata Hesty, seorang pedagang telur di pasar lama Sentani, Senin (16/7/2018).

Ia menjelaskan biasanya satu rak isi 30 butir telur harganya Rp 60 ribu. Namun kini naik menjadi Rp 70 ribu.

“Saya jual dua butir Rp 5 ribu. Kalo beli satu rak saya bisa kasih Rp 65 ribu. Kalo yang lain mereka jual satu rak Rp 70 ribu,” kata Hesty.

Hesty menjelaskan dengan naiknya harga telur di pasar lama Sentani ini, membuat ia susah untuk memastikan pendapatan pendapatannya.

“Saya mau pastikan bagaimana harga beli sudah mahal dan harga jual cuma seberapa saja, jadi pendapatan itu tidak tentu,” katanya.

Dalam sekali belanja telur ia bisa datangkan banyak rak telur untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

"Biasa saya ambil banyak karena langganan juga banyak yang biasa datang ambil di saya," ucap Hesty. 

Dengan kenaikan ini, ada banyak konsumen yang hendak berbelanja mengeluhkan kenaikan harga yang cukup tinggi. Namun dirinya tidak bisa menurunkan harga atau memakai harga lama karena harga dari distributor juga naik.

“Mereka yang pengawai kalo datang berbelanja tanya terus dengar harga telur naik mereka mengeluh juga. Tapi kan bukan kita yang naikkan, memang sudah dari sana jadi kita ikut saja,” ucap Hesty.

Mama Martha Giyai, pembuat roti kering, mengatakan dengan naiknya harga telur saat ini, dirinya mengurangi produksi roti keringnya.

“Telur mahal jadi mama bikin roti sekarang itu sedikit saja. Kalo ada uang tidak apa, itu mama borong telur dua atau tiga rak, baru mama bikin kue kering,” katanya.

Ia mengatakan semenjak kenaikan yang terjadi ini ia hanya membuat banyak jika ada yang pesanan.

“Yang biasa pesan itu orang-orang kalo ada ibadah keluarga atau persekutuan di rumah-rumah itu baru dong pesan ke mama untuk bikin kue dalam jumlah banyak,” ucap Martha Giyai. (*)

loading...

Sebelumnya

Faktor cuaca, harga sirih di Pasar Pharaa melambung

Selanjutnya

Kendati pegawai sendiri, BPJS Ketenagakerjaan tetap beri layanan maksimal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe