Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Berita Papua
  3. Papua Barat terbesar kedua tingkat kemiskinan, Papua peringkat satu
  • Selasa, 17 Juli 2018 — 10:52
  • 967x views

Papua Barat terbesar kedua tingkat kemiskinan, Papua peringkat satu

Secara prosentase, lanjut Retno, posisi Papua Barat belum berubah yakni berada pada urutan dua jumlah penduduk termiskin di Indonesia. Peringkat pertama pun masih ditempati Provinsi Papua.
Ilustrasi gizi buruk dan kemiskinan di Papua – Jubi/AFP
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Manokwari, Jubi - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di Provinsi Papua Barat masih menduduki rangking kedua tertinggi secara nasional. Rangking pertama diduduki Provinsi Papua.

Kepala BPS Provinsi Papua Barat, Endang Retno Subiandini, di Manokwari, Senin (16/7/2018), menyebutkan jumlah penduduk miskin tahun 2018 di daerah tersebut terjadi peningkatan dibanding tahun 2017.

 "Penduduk miskin di Papua Barat saat ini sebanyak 214.470 jiwa, sedangkan hasil sensus pada September 2017 berjumlah 212.860 jiwa. Mengalami peningkatan, menjadi 23,01 persen dari total jumlah penduduk," kata Retno.

Dia menjelaskan jumlah penduduk miskin di wilayah pedesaan lebih besar dibanding perkotaan. Prosentase penduduk miskin di perkotaan pada September 2017 sebesar 5,16 persen turun menjadi 5,10 persen pada Maret 2018. Sementara prosentase penduduk miskin di pedesaan pada September 2017 sebesar 35,12 persen naik menjadi 35,31 persen pada Maret 2018.

Secara prosentase, lanjut Retno, posisi Papua Barat belum berubah yakni berada pada urutan dua jumlah penduduk termiskin di Indonesia. Peringkat pertama pun masih ditempati Provinsi Papua.

Dari pendataan yang dilakukan BPS, CV peningkatan ini dipicu oleh kenaikan harga barang kebutuhan pokok sebagai dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Selama periode September 2017 sampai dengan Maret 2018, jumlah penduduk miskin di daerah perkotan naik sebanyak 0,31 persen, di pedesaan juga naik 1.310 jiwa," ujarnya.

Ia mengemukakan komoditas makanan memiliki andil besar terhadap garis kemiskinan, bahkan jauh lebih besar dari komoditas non-makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

Di perkotaan, lanjut Retno, makanan menyumbang 72,29 persen dalam pembentukan kemiskinan. Di pedesaan lebih tinggi, yakni 80,58 persen.

"Pada bulan Maret 2018, komoditi beras dan rokok filter memiliki share tertinggi terhadap pembentukan garis kemiskinan baik di daerah pedesaan maupun perkotaan. Share komoditas beras terhadap pembentukan garis kemiskinan wilayah perkotaan sebesar 19,54 persen dan 20,56 persen untuk wilayah pedesaan. Untuk komoditas rokok filter memiliki share 8,15 persen di perkotaan dan 14,64 persen di pedesaan," papar Retno. (*)

loading...

Sebelumnya

Layani peserta JKK, antar hingga ke rumah sakit

Selanjutnya

PHRI akui belum terdampak kenaikan Dollar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe