Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Lahan sawah di Jayawijaya belum dioptimalkan
  • Selasa, 17 Juli 2018 — 18:25
  • 381x views

Lahan sawah di Jayawijaya belum dioptimalkan

lahan sawah yang ada di Wamena hampir 4.018 hektar namun yang dioptimalkan sekitar 315 hektar.
Salah satu pelatihan bagi para petani padi di Distrik Siepkosi oleh dinas pertanian Jayawijaya-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Wamena, Jubi-   Di Kabupaten Jayawijaya sawah mulai dibuka tahun 1979 oleh masyarakat.  "Setahu saya sudah ada pengembangan tiga ribuan hertare lahan sawah di Jayawijaya, tetapi yang aktif hingga saat ini baru sekitar 300-an hektar, kata Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Victor Malisa, Selasa ( 17/7/2018).

Menurutnya, jika berbicara peningkatan kesejahteraan masyarakat tentu tidak lepas dari peningkatan pendapatan masyarakat, dan peningkatan pendapatan harus didasarkan potensi yang cocok dengan komoditas yang punya nilai ekonomi.

"Potensi kita adalah lahan rawa yang bisa dibilang hampir lima ribu hektar di Wamena, kalau tidak dimanfaatkan maka menjadi sia-sia, tetapi jika dibuka menjadi lahan sawah maka sangat prospek," ujarnya.

Dirinya juga menambahkan dengan tingginya harga beras lokal Wamena yang dijual di pasaran, yang  mencapai 30 ribu rupiah per kilo, maka jika satu hektar lahan sawah bisa menghasilkan 3 ton beras, dan 1 ton beras bisa menghasilkan 30 juta dari lahan rawa yang diolah.

Namun hingga saat ini masih terkendala  tenaga pengoperasian alat penggilingan gabah. Dimana saat ini RMU yang terpasang di Wamena sebanyak 12 titik, dan dari jumlah tersebut ada juga yang tidak aktif.

"Kalau setiap kelompok petani punya operator maka kita tidak perlu menunggu operator yang sudah jadi," ujarnya.

Kepala seksi sarana prasarana tanaman pangan dan holtikultura dinas pertanian Jayawijaya, Marinus Kosay mengatakan, dari prospek ekonomi bisa dilihat luas lahan sawah yang ada di Wamena hampir 4.018 hektar namun yang dioptimalkan sekitar 315 hektar.

Dengan budidaya petani kita ingin mengajarkan ke petani untuk cepat mendapatkan uang dengan menanam padi 326 hari, bisa mendapatkan beras untuk makan, dan dedak untuk pakan ternak. Selain itu ini merupakan pangan nasional, dan ini sebagai suasembada pangan di dalam keluarga, ujar dia. (*)

loading...

Sebelumnya

Enam anak Jayawijaya berkesempatan ikut forum anak nasional

Selanjutnya

95 persen anak Jayawijaya ditargetkan dapat vaksin Campak dan Rubella

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe