close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Dinas Kehutanan Papua kembali sita puluhan kayu ilegal
  • Selasa, 17 Juli 2018 — 20:00
  • 1093x views

Dinas Kehutanan Papua kembali sita puluhan kayu ilegal

enangkapan kayu ilegal ini berdasarkan informasi dari masyarakat yang mengatakan, di kawasan cagar alam cyclop yang berada di belakang Kampung Buton, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura sering ada aktivitas penebangan pohon.
Ilustrasi kayu ilegal di halaman kantor dinas kehutanan papua - Jubi/Alex
Alexander Loen
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi - Dinas Kehutanan Provinsi Papua kembali berhasil menangkap sebuah mobil pick up yang kedapatan mengangkut puluhan kayu hasil penebangan liar dari kawasan cagar alam Cyclop Kota Jayapura.

Kepala Bidang Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Yan Pugu mengatakan pihaknya menahan sopir beserta barang bukti berupa kayu balok sebanyak 25 batang, karena yang bersangkutan tidak bisa menunjukan bukti surat angkutan yang sah.

“Untuk sementara kayu balok berbagai ukuran kami tahan di kantor dinas kehutanan untuk selanjutnya di proses sesuai undang-undang yang berlaku,” kata Pugu kepada wartawan, di Jayapura, Selasa (17/7/2018).

Menurut ia, penangkapan kayu ilegal ini berdasarkan informasi dari masyarakat yang mengatakan, di kawasan cagar alam cyclop yang berada di belakang Kampung Buton, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura sering ada aktivitas penebangan pohon.

Dari informasi tersebut, lanjutnya, pihaknya langsung membentuk tim khusus guna melakukan pengecekan ke tempat penebangan.

“Kami sudah beberapa kali pergi ke tempat penebangan, tetapi tidak menemukan pemiliknya. Namun setelah kami mendapat informasi hari ini kayunya mau diangkut, kita langsung turun kelapangan melakukan penangkapan,” ujarnya.

Agar tidak terulang kembali, pihaknya akan secara intens melakukan pengawasan di kawasan hutan Cyclop. Mengingat cagar alam ini berkontribusi sangat besar bagi masyarakat di Kabupaten maupun Kota Jayapura. “Intinya masyarakat harus menjaga pegunungan Cyclop guna mengatasi krisis air,” katanya.

Pugo menambahkan, ke depan Dinas Kehutanan bersama Balai Besar KSDA, SPORS, Satpol PP, LSM dan masayarakat mitra Polhut akan melakukan operasi rutin gabungan di Kabupaten dan Kota Jayapura. Dengan harapan tidak ada lagi penebangan liar di Papua.

Kepala Bidang Pembinaan Usaha Kehutanan Papua, Ade Ridwan mengatakan kajian mengenai perambahan hutan sedang berjalan, namun karena jumlahnya sangat banyak sehingga masih dalam proses pengungkapan, setelah ini baru bisa diketahui berapa besar kerugian negara.

"Terjadinya perambahan hutan juga ada keterlibatan masyarakat, hal ini dikarenakan desakan ekonomi yang mengharuskan mereka melakukan ini," kata Ade. (*)
 

 

 

 

 

loading...

Sebelumnya

Gubernur Soedarmo gelorakan Asean Games lewat jalan sehat

Selanjutnya

Kabupaten di Papua diminta segera bentuk LPPL

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4940x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4304x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 3846x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2520x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2464x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe