Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Advertorial
  3. Tenaga analis kesehatan sangat dibutuhkan di Papua
  • Rabu, 18 Juli 2018 — 07:04
  • 538x views

Tenaga analis kesehatan sangat dibutuhkan di Papua

“Data dari sumber daya manusia Dinas kesehatan Papua menunjukan bahwa tenaga analisis kesehatan masih dibutuhkan di Papua, dikarenakan pemekaran wilayah atau kabupaten yang berdampak pada pemekaran rumah sakit, puskemas, sehingga tenaga analis kesehatan sangat dibutuhkan,” kata Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan (SMAKES) Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Sefnat Kambu.
Kepala sekolah SMAKES Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dok II Jayapura, Sefnat Kambu, saat acara penyerahan sertifikat PLS (Pengenalan Lingkungan Sekolah) dan penyerahan peserta didik dari orangtua kepada pihak sekolah, Selasa (17/7/2018) – Jubi/Jean Bisay
Jean Bisay
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Provinsi Papua sangat membutuhkan tenaga analis kesehatan karena jumlah tenaga kerja di profesi ini masih sangat minim. Padahal peran tenaga analis kesehatan sangat dibutuhkan untuk membantu dokter mendiagnosa penyakit pasien.

Hal ini diungkapkan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan (SMAKES) Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Sefnat Kambu, saat acara penyerahan sertifikat PLS (Pengenalan Lingkungan Sekolah) dan penyerahan peserta didik dari orangtua kepada pihak sekolah, berlangsung di SMAKES Dok II Jayapura, Selasa (17/7/2018).

“Data dari sumber daya manusia Dinas kesehatan Papua menunjukan bahwa tenaga analisis kesehatan masih dibutuhkan di Papua, dikarenakan pemekaran wilayah atau kabupaten yang berdampak pada pemekaran rumah sakit, puskemas, sehingga tenaga analis kesehatan sangat dibutuhkan,” katanya.

Kebijakan dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua agar tenaga analis kesehatan harus ada di setiap puskemas dalam menopang dan membantu tugas analisis di laboratorium puskesmas.

“Tahun ini kami buka dan kuota tenaga analis juga bertambah,” ujuarnya.

Sefnat Kambu mengaku untuk mencukupi tenaga analis kesehatan, tahun ajaran ini SMAKES menerima 237 murid baru. Hal ini lantaran animo orangtua untuk mendaftaran anaknya ke SMAKES Dok II Jayapura cukup tinggi.

Bahkan pihak sekolah harus membuka kelas tambahan. Meski begitu untuk tahun ini, pihak sekolah akan memantau sejauhmana perkembangan pendidikan dari murid dalam enam bulan berjalan.

Jika tidak menunjukkan perkembangan yang baik, engan sangat terpaksa sekolah mengambil langkah tegas. Salah satunya murid tersebut bisa dikeluarkan.

“Kuota hanya lima kelas. Namun karena animo begitu tinggi, kami ambil bijaksana, dengan izin dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, kami tambah dua kelasa lagi sehingga menjadi tujuh kelas,” ujarnya.

“Kami tidak melanggar aturan pendidikan, dimana tiap kelas kita diisi 36 siswa,sehingga proses belajar tetap efektif,” sambungnya.

SMAKES Jayapura hingga tahun 2017 sudah meluluskan sekitar 1.400 lebih alumni. Mereka ini sudah tersebar di seluruh Indonesia, ada di Jawa, Sulawesi, dan Sumatera. Ini membuktikan bahwa SMAKES Jayapura kualitasnya tidak kalah dengan SMAKES di luar Papua.

“Merekalah yang bisa memeriksa darah, urine, sputum, kerokan kulit, feses, dan macam-macan cairan pasien. Hasil pemeriksaan tersebut yang bisa dipakai oleh dokter untuk mendiagnosa penyakit pada pasien. Menentukan jenis penyakit dan pengobatan yang tepat, sehingga tenaga mereka benar-benar sangat dibutuhkan,” katanya.

“Kami berharap mereka ini bisa lulus semua, sehingga kebutuhkan tenaga analis kesehatan di Papua bisa tercukukpi. Saya mewakili sekolah, berharap dukungan dan kerja sama yang baik antara orangtua dan kita,”ungkapnya menambahkan.

Ketua Panitia PLS SMAKES Jayapura, Seto, menginformasikan kegiatan pengenalan sekolah diikuti sebanyak 237 siswa, dilaksanakan dua hari, 16 hingga 17 Juli 2018. Sebanyak 226 siswa dinyatakan lulus, sementara 11 siswa harus mengulang.

Materi selama PLS di antaranya terkait narkoba dari BNN Papua, materi kebangsaan dari Kodam XVII/Cenderawasih, serta Polsek Jayapura Utara. (*)

loading...

Sebelumnya

NasDem target tiga besar penguasa parlemen di Papua

Selanjutnya

Nasdem resmi mendaftarkan bacalegnya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe