Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Bocah 15 bulan di Sorong menderita hidrosefalus
  • Jumat, 18 November 2016 — 16:20
  • 687x views

Bocah 15 bulan di Sorong menderita hidrosefalus

“Kami baru melakukan pendampingan dan membawa Firnah ke rumah sakit untuk mendapat penanganan,” katanya di Sorong, Jumat (18/11/2016).
Firnah Yakiri, bocah 15 bulan digendong ibunya yang didampingi suami, Sedekah Rombongan dan Yayasan Anak Sehat Persada – Jubi/Florence Niken
Florence Niken
gendis2005.soebroto@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Sorong, Jubi – Seorang bocah berumur 15 bulan, Firnah Yakiri, di Sorong, Papua Barat, mengalami penyakit hidrosefalus atau penyakit yang menyerang organ otak.

Saban hari bocah perempuan ini hanya berbaring lemah sebab tak bisa mengangkat kepalanya. Ia hanya menangis di tempat tidur.

Sementara bapak dari bocah naas ini hanya seorang buruh biasa. Keluarganya pun tak bisa membawanya ke rumah sakit. Selain Firnah, keluarga ini mempunyai tujuh anak sehingga menyulitkan mereka untuk mengobati Firnah.

Ia mengalami penumpukan cairan di dalam otak yang berakibat pada meningkatnya tekanan pada otak. Tekanan ini dapat merusak jaringan yang melemahkan fungsi otak jika tak segera ditangani.

Yayasan Anak Sehat Persada (ASP) berupaya melakukan pendampingan dan pengobatan terhadap anak-anak penderita hidrosefalus.

Michale Resubun, dari ASP mengatakan, pihaknya mengetahui keberadaan Firnah berdasarkan informasi dari masyarakat.

“Kami baru melakukan pendampingan dan membawa Firnah ke rumah sakit untuk mendapat penanganan,” katanya di Sorong, Jumat (18/11/2016).

Menurutnya, pemeriksaan ini penting dilakukan untuk mengetahui perkembangan penyakit yang diderita sehingga dapat dirujuk ke Semarang. Apalagi untuk memberikan bantuan ini ASP bekerja sama dengan Sedekah Rombongan untuk membawa penderita ke rumah sakit.

Selain membawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan, bersama Sedekah Rombongan ASP memberi bantuan berupa dana pendampingan dan dana santunan.

“Pemberian dana bantuan  bagi yang membutuhkan selalu kami lakukan dengan survei terlebih dahulu. Dana pendampingan tentu beda dengan dana santunan, dana pendampinga diberikan selama pendampingan sedangkan dana santunan hanya diberikan sekali saja,” kata Koordinator Sedekah Rombongan, Hamdani.

Sementara orangtua Firnah, Simeon Erare mengaku bersyukur karena anaknya Firnah telah mendapat perhatian.

“Selama ini kami hanya pasrah saja karena memang kami tidak mampu untuk membawa Firnah ke rumah sakit,” kata Simen.

ASP merupakan yayasan yang konsen pada bidang kesehatan. Sebelumnya, Selasa lalu, ASP melakukan operasi bibir sumbing pada seorang penderita di Sorong. (*)

loading...

Sebelumnya

Kementerian PUPR sosialisasi “kota tanpa kumuh” di Sorong

Selanjutnya

Pemkab Tambrauw diminta bangun asrama mahasiswa di Manokwari

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 5142x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2829x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2723x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe