Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Mahasiswa IPMNI benarkan ada serangan bom di Nduga
  • Kamis, 19 Juli 2018 — 20:56
  • 1343x views

Mahasiswa IPMNI benarkan ada serangan bom di Nduga

"Kenapa kami bilang itu kebohongan, karena pada 11 Juli 2018, di kampung Alguru, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga ada empat helikopter datang dari arah Asmat kemudian menuju Nduga dan membagi arah dua helikopter mendarat di ibu kota Nduga dan satu helikopter menuju perkampungan Alguru  yang bermuatan bom api dan dijatuhkan di atas perkampungan warga."
Mahasiswa Nduga ketika bertandang di Redaksi Jubi dua hari lalu - Jubi/Piter Lokon.
Piter Lokon
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nduga (IPMNI) membenarkan adanya serangan Bom di Alugru, Kabupaten Nduga pada 11 Juli 2018 lalu. Pernyataan ini sekaligus membantah ungkapan Kapolda Papua Jenderal Boy Rafli Amar dan Lenis Kogoya selaku staf ahli yang menyatakan tak ada serangan di sana.

Sekretaris ikatan IPMNI, Remes Uburuangge mengatakan, pernyataan yang disampaikan Lenis Koyoga adalah pembohongan publik. Ini karena masyarakat menjadi saksi langsung adanya peristiwa pengeboman di Nduga.

"Kenapa kami bilang itu kebohongan, karena pada 11 Juli 2018, di kampung Alguru, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga ada empat helikopter datang dari arah Asmat kemudian menuju Nduga dan membagi arah dua helikopter mendarat di ibu kota Nduga dan satu helikopter menuju perkampungan Alguru  yang bermuatan bom api dan dijatuhkan di atas perkampungan warga masyarakat dan tempat keberadaan pertahanan TPNPB. Kejadian ini disaksikan oleh semua masyarakat Kabupaten Nduga,” kata Remes ketika bertandang ke redaksi Jubi pada Selasa (17/7/2018) di Jayapura.

Menurutnya, selain masyarakat Kabupaten Nduga, Bupati dan Wakil Bupati juga turut membenarkan adanya serangan tersebut. Hal yang sama juga disampaikan oleh Kaum Perempuan Nduga, Tiana Christina Wandik bahwa penyerangan bom itu benar adanya. Maka sikap Mahasiswa juga jelas menyatakan bahwa serangan tersebut bukan karangan.

“Penyerangan Bom pada tanggal 11 Juli 2018 sekitar pukul 8:00 pagi itu benar. Karena ada empat Helikopter dari arah Asmat menuju di Kabupaten Nduga Papua Ibu Kota Kenyam, setelah tibah Helikopter itu kemudian bagi arah masuk area perkampungan Alguru. Dengan berbagi kekuatan militer gabungan turun,” katanya.

Tiana mendesak agar aparat membuka ruang bagi wartawan lokal, nasional dan internasional untuk masuk dan meliput situasi terkini di Nduga. Ia juga meminta ketegasan DPRP dan DPRD perwakilan Nduga untuk segera mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah ini, sebelum menambah trauma yang berkepanjangan bagi masyarakat. (*)

loading...

Sebelumnya

Bapemperda sosialisasi tiga perda prioritas

Selanjutnya

Serangan di Nduga, Mahasiswa: Jokowi mana janjinya?

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe