Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Warga Biak budidaya melinjo untuk tambahan penghasilan keluarga
  • Jumat, 20 Juli 2018 — 08:14
  • 580x views

Warga Biak budidaya melinjo untuk tambahan penghasilan keluarga

"Melalui budidaya melinjo, ke depan warga mendapatkan penghasilan tambahan keluarga," ungkap Kadistrik Warsa, Marthen Wompere.
Ilustrasi, tanaman melinjo yang kaya antioksidan dan buahnya bisa diolah menjadi emping – Jubi/Jaga Bhumi
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Biak, Jubi - Warga Kampung Imbari Distrik Warsa Kabupaten Biak Numfor, Papua, menggalakkan budidaya tanaman melinjo (gnetum gnemon) di lingkungan halaman rumah.

Kepala Distrik Warsa, Marthen Wompere, di Biak, Jumat (20/7/2018), mengakui budidaya tanaman melinjo untuk mendukung program lingkungan pemanfaatan lahan hijau rumah.

"Melalui budidaya melinjo, ke depan warga mendapatkan penghasilan tambahan keluarga," ungkap Kadistrik Warsa, Marthen Wompere.

Ia mengajak kelompok tani yang membudidayakan tanaman melinjo untuk memerhatikan perawatan selama pascatanam. Marthen menyebut tanaman melinjo banyak manfaat secara ekonomi, di antaranya buah melinjo dapat diolah menjadi emping.

"Tanaman dapat diolah menjadi lauk sayur mayur sementara melinjo kaya antioksidan dan bisa meningkatkan daya tahan tubuh," katanya.

Puluhan kepala keluarga Kampung Imsbari Distrik Warsa, menurut Marthen, setahun belakangan ini menggalakkan juga tanaman buah gatal sebagai obat lokal untuk berbagai jenis penyakit.

"Pemerintah Distrik Warsa mendorong setiap kampung memanfaatkan dana desa untuk membangun sentra ekonomi kampung. Keberadaan dana desa mampu menyelesaikan berbagai kebutuhan masyarakat kampung," ungkap Kadistrik Marthen Wompere.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Biak, Made Suaryadana, mendorong warga di berbagai kampung untuk membentuk kelompok tani untuk memanfaatkan lahan pertanian setempat.

"Setiap rumah tangga diharapkan bisa memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan berbagai jenis tanaman sehingga memperoleh nilai ekonomis,"katanya.

Berdasarkan data untuk memperoleh bibit tanaman melinjo warga kampung Imsbari melakukan pembibitan sendiri dengan cara mengkoker yang dibimbing tenaga penyuluh pertanian setempat. (*)

loading...

Sebelumnya

Yulius Makabori jabat Kepsta RRI Biak

Selanjutnya

Puskesmas di Biak dilengkapi mikroskop malaria

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe