close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Siapakah yang dibidik KY ?
  • Jumat, 20 Juli 2018 — 13:10
  • 838x views

Siapakah yang dibidik KY ?

“Menurut saya, wajar saja ketika pimpinan PN Merauke dipanggil KY untuk didengar keterangan, sehubungan dengan kebijakan yang diambil melakukan pungutan uang Rp 200 ribu dari para caleg,” ujarnya.
Tim pemeriksa dari KY saat di Bandara Mopah-Merauke setelah beberapa hari melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

SENIN 16 Juli 2018, suasana di Pengadilan Negeri (PN) Merauke seperti hari-hari sebelumnya. Persidangan sejumlah kasus tetap berjalan seperti biasa. Begitu juga, pelayanan kepada para calon legislatif yang mengurus surat keterangan, berjalan normal.

Dibalik aktivitas yang sedang berjalan, tak disangka-sangka tim pemeriksa dari Komisi Yudisial yang berjumlah empat orang dengan diketuai Muslim Mamulai, melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah staf di Pengadilan Negeri Merauke.

Rupanya, pemeriksaan yang berlangsung di lantai dua itu, dilakukan secara tertutup dan tak boleh diketahui siapa saja, termasuk para jurnalis.

Berbagai informasi yang didapatkan Koran Jubi, tim tersebut sudah beberapa hari di Merauke melakukan pengumpulan data serta memeriksa sejumlah saksi korban, sehubungan dengan dugaan pungutan liar senilai Rp 200 ribu dari para calon legislatif, terkait pengurusan surat keterangan bebas hukuman pidana serta tak pernah dicabut hak politiknya.

Direktur SKP Keuskupan Agung Merauke, Pastor Anselmus Amo yang dihubungi Koran Jubi melalui telepon seluler, Kamis 19 Juli 2018 memberikan apresiasi kepada KY RI yang bergerak cepat menindaklanjuti dugaan pungli di PN setempat.

“Begitu mendapatkan informasi melalui beberapa media online berkaitan dengan dugaan pungli, langsung ditanggapi KY. Sehingga menerjunkan tim pemeriksa melakukan pemeriksaan terhadap para saksi korban maupun sejumlah staf di pengadilan,” ujarnya.

Dikatakan, ketika KY datang di Merauke, itu adalah suatu hal yang sangat langka.”Kenapa saya katakan langka, karena Merauke sangat jauh dan paling timur wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), akan tetapi mendapat perhatian dari KY,” katanya.

Lanjut Pastor Amo, lembaga KY juga tak hanya fokus melakukan pengawasan hakim di satu daerah. Tetapi di seluruh Indonesia. Ini Suatu perubahan besar dilakukan KY. Dimana, begitu mengetahui adanya kasus, langsung ‘menjemput’ di lapangan.

Lebih lanjut Pastor Amo mengatakan, ada tiga point penting ingin disampaikan. Pertama, ucapan terimakasih serta apresiasi kepada KY yang sudah ke Merauke membongkar dugaan pungli di PN Merauke.

Kedua, meminta kepada KY agar hasil pemeriksaan dan kesimpulan akhir, harus dibuka ke publik dengan sejelas-jelasnya. Sehingga publik mengetahui, karena dalam beberapa pekan terakhir mengikuti perkembangan melalui pemberitaan.

Ketiga, dengan kasus dugaan pungli, lembaga pengadilan di Merauke maupun di tanah Papua, harus melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan baik dan mengacu kepada aturan atau koridor hukum.

“Saya berharap kasus ini harus dituntaskan. Apalagi tim pemeriksa dari KY telah mengorbankan waktu maupun tenaga serta biaya dari negara datang di Merauke,” ungkapnya.

Kasus dugaan pungli, menurutnya, harus dituntaskan agar menjadi pembelajaran bagi lembaga peradilan hukum.

“Berbagai komentar yang saya sampaikan kepada rekan jurnalis, tak berniat menyudutkan Ketua Pengadilan Negeri Merauke. Tetapi kita ingin agar lembaga peradilan, tetap menjaga nilai-nilai keadilan,” pintanya.

“Harapan saya hasil kerja tim pemeriksa KY di Merauke selama beberapa hari, disikapi dengan cepat oleh Komisioner KY. Dimana, tentunya ada tahapan-tahan yang dilalui hingga sampai kepada pengambilan keputusan bersama,” katanya.

Ditegaskan, andai-kata hasil keputusan ternyata adanya pungutan liar (pungli) dilakukan, Ketua PN Merauke harus dipanggil ke Jakarta agar memberikan keterangan lebih lanjut.

“Menurut saya, wajar saja ketika ketua pengadilan dipanggil KY untuk didengar keterangan, sehubungan dengan kebijakan yang diambil melakukan pungutan uang Rp 200 ribu dari para caleg,” ujarnya.

Ditanya siapakan yang ‘dibidik’ dalam dugaan pungli, Pastor Anselmus mengatakan, itu adalah kewenangan KY menyimpulkan. “Saya tak punya kapasitas bicara sekaligus menyimpulkan,” tegasnya.

Ketua Tim Pemeriksa dari KY RI, Muslim Mamulai mengaku, sebanyak empat orang staf pengadilan diperiksa, sehubungan adanya pemberitaan di media online terkait dugaan pungutan liar terhadap para caleg yang mengurus surat keterangan.

Proses pemeriksaan terhadap empat saksi, lanjut Muslim, tidak dilakukan sekaligus. Tetapi umumnya, setiap orang disodorkan sekitar 20 pertanyaan.

“Jadi, kami lakukan pemeriksaan mulai pukul 10.00 WIT sampai 15.00 WIT yang berlangsung di salah satu ruangan tertutup,” katanya.

Tentunya, jelas dia, tim pemeriksa tak harus menyebutkan identitas staf yang diperiksa. Tetapi jelasnya, tiga orang laki-laki serta seorang wanita.

katanya, hasil pemeriksaan tak dibuka ke publik. “Kami akan bawa semua hasil pemeriksaan maupun barang bukti ke Jakarta dan dibuka dalam rapat pleno lebih lanjut bersama Komisioner KY,” katanya.

Muslim membenarkan ada barang bukti tertulis diamankan di PN Merauke, saat berlangsung pemeriksaan.

Ditambahkan, jumlah semua yang diperiksa termasuk staf pengadilan maupun saksi korban sebelas orang. Tentunya identitas korban harus dilindungi dan takboleh dibuka ke media untuk dipublikasikan.

Humas PN Merauke, Rizky Yanuar membenarkan adanya tim pemeriksa KY melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah staf, berkaitan dengan dugaan pungli.

“Memang proses pemeriksaan berlangsung tertutup dan tak diizinkan untuk diketahui siapa saja. Kami-pun tak mengetahui berapa lama mereka berada disini,” ungkapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Percasi Kota Jayapura bina generasi muda

Selanjutnya

Merebut kursi DPR Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4940x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4304x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 3851x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2520x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2466x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe