Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Kota Jayapura curi start pelaksanaan imunisasi MRP
  • Jumat, 20 Juli 2018 — 22:11
  • 1062x views

Kota Jayapura curi start pelaksanaan imunisasi MRP

"Kenapa kita lebih dulu dari pada lima daerah lainnya? karena Kota Jayapura berbatasan langsung dengan Papua Nugini baik lintas batas melalui darat maupun laut. Kita ingin mencegah terlebih dahulu sebelum penyakit ini menimpa anak-anak generasi Papua kedepannnya," katanya.
Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Manular (P2M) Dinas Kesahatan Papua dr. Aaron saat memberikan keterangan pers - Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Pelaksanaan imunisasi massal campak dan rubella di fase kedua sesuai jadwal dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yaitu pada 1 Agustus 2018, namun Kota Jayapura lebih dulu melakukan imunisasi Measles Rubella Polio (MRP).

Hal ini dikatakan Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Manular (P2M) Dinas Kesahatan Papua dr. Aaron Rumainum kepada wartawan, Jumat (20/7/2018) di Jayapura.

"Kenapa kita lebih dulu dari pada lima daerah lainnya? karena Kota Jayapura berbatasan langsung dengan Papua Nugini baik lintas batas melalui darat maupun laut. Kita ingin mencegah terlebih dahulu sebelum penyakit ini menimpa anak-anak generasi Papua kedepannnya," katanya.

Menurut infomasi yang diterima pihaknya bahwa saat ini di Papua Nugini lagi melakukan vaksin Polio.

"Ini yang kita jaga sekarang, karena perbatasan antara Papua dengan Papua Nugini sangat dekat, apalagi masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan cukup rentan menerima penyakit tersebut. Untuk itu kita harus bergerak cepat," ujarnya.

Kota Jayapura sendiri sudah melakukan pencanangan dan langsung melakukan imunisasi campak dan rubella kepada 10 anak.

"Hari ini baru 10 anak, tetapi besok dan seterusnya akan kami lakukan hingga batas akhir pada 31 September 2018 mendatang," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan dr. Nyoman Sri Antari mengatakan pihaknya telah melakukan antisipasi masuknya polio dari Papua Nugini.

"Sudah dilakukan tadi pada 10 orang anak dalam pencanangan hari imuniasasi massal campak dan rubella. Jadi kami akan berikan vaksin Polio oral bersamaan dengan imunisasi massal campak dan rubella untuk mencegah banyaknya kasus. Karena kalau sudah ada kasus akan lebih berat lagi nantinya," ujarnya.

Sekadar diketahui bahwa tidak ada efek samping dalam imunisasi MR. Demam ringan, bengkak ringan, ruam merah dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi merupakan reaksi normal yang akan menghilang dalam waktu 2-3 hari. Kejadian ikutan pasca imunisasi yang cukup serius sangat jarang terjadi. (*)

loading...

Sebelumnya

Dinkes Papua: 100 ribu vaksin untuk 1 juta anak di Papua

Selanjutnya

Diutus, dua duta bahasa Indonesia ke PNG

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe