close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lingkungan
  3. Bank sampah Kenambai Umbai, berawal dari ingin melihat Jayapura bersih
  • Sabtu, 21 Juli 2018 — 16:00
  • 1033x views

Bank sampah Kenambai Umbai, berawal dari ingin melihat Jayapura bersih

“Saya tergerak hati karena lihat Tanah Papua yang bagus dan indah seperti lagunya Edo Kondologit, surga kecil yang jatuh ke bumi,” kata Farah.
Salah satu kegiatan bank sampah Kenambai Umbai – Jubi/Facebook BSKU
Yance Wenda
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi – Wawa Farah, Direktur Bank Sampah Kenambai Umbai Kabupaten Jayapura, memiliki hati besar untuk bagaimana membuat Kabupaten dan Kota Jayapura terlihat bersih. Karena alasan itulah, tahun 2012 ia mendirikan bank sampah.

“Saya tergerak hati karena lihat Tanah Papua yang bagus dan indah seperti lagunya Edo Kondologit, surga kecil yang jatuh ke bumi,” kata Farah.

Farah yang juga yang sebagai warga Furi, yang setiap melintas di pasar lama Sentani, dimana saat hujan turun, sampah berhamburan dimana-mana, terutama sampah botol air mineral.

“Setiap hujan kan banjir jadi saya hanya berfikir bagaimana agar sampah ini dimanfaatkan. Begitu saja awalnya,” ucapnya.

Farah mengatakan dirinya mendirikan bank sampah ini tidak pernah berpikir untuk ikut lomba. Bank sampah itu didirikannya awalnya hanya ingin terlihat Jayapura bersih.

“Kita cuma bikin pohon natal saja dari bahan bekas ke Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda, dan kantor distrik. Kita bikin tiga itu saja,” kata dia kepada Wartawan di Sentani, Sabtu (21/7/2018).

Farah menjelaskan volume sampah yang datang di bank sampah memang tidak menentu, kadang banyak tapi kadang juga sedikit.

“Bulan Maret, sampah dari Kabupaten Jayapura hampir enam ton. Rata-rata dalam satu bulan sampah yang masuk ke sini antara empat hingga lima ton. Sampah plastik dari Kota Jayapura juga masuk ke sini,” katanya.

Dari sampah yang masuk ke bank sampah Kenambai Umbai tidak semuanya akan didaur ulang, ada sebagian diubah menjadi barang bernilai guna.

“Kalau mau dibikin kreaktifitas sebenarnya kemarin sudah banyak dan lumayan sih, kalau dari hasil kreaktifitas ada yang menghargai, lumayan juga,” ucap Farah.

Lebih jauh Farah menjelaskan sampah yang ada di bank sampah adalah hasil belanja atau ia membeli dari pihak lain. Setiap jenis sampah memiliki harga berbeda-beda, berkisar Rp 1.500 – Rp 2.500 per kilo.

“Yang paling mahal itu plastik jenis campuran seperti loyang-loyang yang picah. Kalau botol agak murah antara Rp 1.000 – Rp 1.500 per kilonya,” katanya.

Farah melanjutkan selain memunggut sampah kaleng bekas pakai dan membeli botol bekas, ia juga bekerja sama dengan perusahaan air mineral yang ada di Kabupaten Jayapura.

“Kita bekerja sama dengan beberapa produsen air mineral lokal di sini. Namun karena armada kami sedang rusak kami tidak bisa drop barang bekas pakai,” ucapnya.

Farah tidak bisa memastikan omset dan keuntungan dari bank sampah yang dikelolanya karena sering terjadi harga barang bekas berfluktusi.

“Saya tidak bisa pastikan karena pas kirim ke Surabaya tiba-tiba harga turun. Jadi bagi saya yang penting operasional gudang lancar. Kalau untuk omsetnya sekitar Rp 20 juta per bulan. Tapi kami di sini lebih ke kerja sosialnya,” kata Farah.

Seorang pekerja di bank sampah Kenambai Umbai, Rina (38 tahun), mengatakan ia mulai bekerja sejak awal bank sampah ini didirikan lima tahun silam.

“Saya bantu ibu kerja plastik, dari pet, campuran sampai daunan disortir dan dipisahkan,” ucap ibu dua anak asal Kabupaten Sarmi ini.

Demi menghidupi kedua anaknya, Rina harus berjuang keras mencari uang dengan membanting tulang.

“Kita mulai bekerja dari pukul 8 pagi. Pukul 1 siang istirahat dan lanjut bekerja lagi sampai pukul 5 sore. Sebelumnya saya hanya ibu rumah tangga, di rumah saja urus anak,” kata Rina.

Rina mengatakan pekerjaan mensortir sampah ini memang tidak mudah, lumayan rumit, dan harus ekstra hati-hati dalam memilah sampah.

“Pekerjaan ini memang susah-susah gampang. Kita harus hati-hati pas mau lepas labelnya karena jangan sampai pisau kena tangan. Bagi yang sudah lincah ya tra papa dari kecepatan tangannya saja, kalau campuran itu hati-hati kalau pegang parang,” kata dia ketika menjawab pertanyaan Jubi.

Lebih jauh Rina mengatakan baginya soal pendapatan kecil atau besar itu bukan ukuran, namun yang penting ia dapat menghidupi keluarganya.

“Pertama saya dapat gaji Rp 1,4 juta. Kalau untuk saya belum tahu karena ada perubahan-perubahan sedikit karena ada karyawan yang bekerja itu keluar terus masuk lagi begitu,” ucapnya.

Awal bekerja di bank sampah Kenambai Umbai Rina masih terlihat rumput-rumput yang cukup banyak sehingga dimana harus berhati-hati dalam bekerja memilah sampah.

“Karena rumput masih tinggi jadi yang saya takut itu ular, karena masih banyak rumput takut pas kasih pindah plastik ada ular, setelah dibersihkan sudah tidak ada lagi,” katanya.

Selain bekerja memilah dan mensortir sampah, mereka juga melakukan keliling kota Sentani untuk mencari botol bekas pakai di setiap kios dan bengkel.

“Kemarin kita mencari sampah sendiri, kita keluar ke bengkel-bengkel belanja botol-botol oli dan ke ruko-ruko ambil botol air mineral,” ucap Rina. (*)

loading...

Sebelumnya

Perempuan kerap diabaikan dalam pembahasan PTFI

Selanjutnya

Satwa endemik butuh kepedulian semua pihak

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4940x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4304x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 3824x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2520x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2464x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe