Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Biak kekurangan perawat bersertifikasi
  • Minggu, 22 Juli 2018 — 07:45
  • 830x views

Biak kekurangan perawat bersertifikasi

Sebanyak 400 lulusan tenaga kesehatan yang dihasilkan Poltekes dari tujuh program studi, yang telah lulus uji kompetensi baru berkisar 20 persen. "Jumlah lulusan yang berhasil mengikuti lulus uji kompetensi masih perlu ditingkatkan. Lulusan diploma III keperawatan dan kebidanan di Biak harus bisa lulus uji kompetensi," ujar Ray Ngardita.
Ilustrasi uji kompetensi perawat – Jubi/Fahrinnizami.blogspot.com
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Biak, Jubi - Sejumlah 188 lulusan ahli madya (DIII) tenaga Keperawatan dan Kebidanan Kabupaten Biak Numfor, diminta bersiap diri untuk mengikuti Uji Kompetensi profesi yang akan berlangsung Oktober 2018.

"Lulusan diploma III keperawatan dan kebidanan wajib mengikuti uji kompetensi tenaga kesehatan. Ini wajib diikuti jika ingin diakui sebagai tenaga profesional," kata Pembantu Direktur Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kementerian Kesehatan, I Ray Ngardita, usai yudisium 188 lulusan DIII keperawatan dan kebidanan Biak, Sabtu (21/7/2018).

Ray menyebut pelaksanaan uji kompetensi perawat dan kebidanan merupakan suatu proses untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap, sesuai dengan standar profesi guna memberikan jaminan bahwa perawat mampu melaksanakan peran profesinya secara aman dan efektif di masyarakat.

Uji kompetensi ini, menurut Ray, merupakan suatu proses untuk mendapatkan pengakuan terhadap kompetensi yang dimiliki seorang perawat dan bidan sesuai dengan standar profesinya yang diakui secara nasional.

Menyinggung jumlah tenaga kesehatan yang sudah lulus uji kompetensi, menurut Ray, untuk wilayah Papua masih sangat sedikit dibanding daerah ini.

Sebagai contoh, untuk 400 lulusan tenaga kesehatan yang dihasilkan Poltekes dari tujuh program studi, yang telah lulus uji kompetensi baru berkisar 20 persen.

"Jumlah lulusan yang berhasil mengikuti lulus uji kompetensi masih perlu ditingkatkan. Lulusan diploma III keperawatan dan kebidanan di Biak harus bisa lulus uji kompetensi," ujar Ray Ngardita.

Yudisium Poltekes Kementerian Kesehatan kelas Biak di antaranya 111 lulusan diploma III ahli madya keperawatan serta 77 lulusan ahli madya kebidanan.

Berdasarkan data standar kelulusan uji kompetensi untuk perawat dan bidan ditetapkan bersama-sama oleh Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia dan Lembaga Pengembangan Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan (LPUK-Nakes).

 Turut menetapkan, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI), dan Asosiasi Institusi Pendidikan D-3 Keperawatan Indonesia (AIPDIKI)/Asosiasi Institusi Pendidikan Vokasi Keperawatan Indonesia (AIPVIKI). (*)

loading...

Sebelumnya

Puskesmas di Biak dilengkapi mikroskop malaria

Selanjutnya

BMA dukung festival budaya untuk perdamaian di Nabire

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe