Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Infrastruktur
  3. Nasib Damri belum jelas, dikhawatirkan pasar mama-mama terkena imbas
  • Sabtu, 19 November 2016 — 07:32
  • 1694x views

Nasib Damri belum jelas, dikhawatirkan pasar mama-mama terkena imbas

"Selain itu kalau tak salah, lahan di Jalan Baru itu masih bersengketa dengan pemilik ulayat. Damri sudah memberikan lahannya untuk pembangunan pasar mama-mama, kini mereka perlu mendapat kejelasan untuk lahan dan pembangunan kantor mereka," kata Lazarus Siep, Jumat (18/11/2016).
Lokasi Perum Damri yang kini dibangun pasar mama-mama Papua - Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
Editor : Kyoshi Rasiey
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Anggota Komisi IV DPR Papua, komisi bidang infrastruktur, Lazarus Siep, SIP, MSi mengingatkan Pemerintah Provinsi Papua dan kementerian terkait segera mencari solusi lokasi untuk Perum Damri yang baru, lantaran kini lahan Perum Damri di Jalan Ahmad Yani, Kota Jayapura dipakai untuk pembangunan pasar permanen pedagang asli Papua. 

Ia mengatakan, hingga kini belum ada kejelasan dimana Perum Damri akan dibangun. Pembangunan yang direncanakan di lahan yang disiapkan pemerintah di Jalan Baru, Kotaraja, Kota Jayapura belum dilakukan. 

"Selain itu kalau tak salah, lahan di Jalan Baru itu masih bersengketa dengan pemilik ulayat. Damri sudah memberikan lahannya untuk pembangunan pasar mama-mama, kini mereka perlu mendapat kejelasan untuk lahan dan pembangunan kantor mereka," kata Lazarus Siep, Jumat (18/11/2016).

Menurutnya, pihak terkait perlu segera mencarikan solusi untuk Damri. Apalagi armada transportasi itu merupakan perusahaan dibawa BUMN. Ia khawatir, jika tak segera ada kepastian lokasi Perum Damri, akan berdampak pada lahan Damri yang dipakai sebagai lokasi pembangunan pasar mama-mama Papua kedepan.

"Saya khawatir itu. Jangan sampai lokasi Damri yang kini dipakai membangun pasar mama-mama Papua bermasalah kedepannya. Kalau itu terjadi, tentu mama-mama yang akan dirugikan," ucapnya. 

Katanya, ia akan membawa masalah lahan Damri itu dalam rapat internal komisi nantinya. Komisinya akan berupaya membahas hal tersebut. Jika dalam waktu dekat sudah tak ada waktu karena jelang sidang APBD Induk 2017, mungkin akan bahas diawal tahun. 

"Kalau memungkinkan, kami akan panggil pihak Damri dan pihak terkait lainnya membicarakan ini untuk mencari solusi. Kami akan seriusi ini," katanya. 

Hal yang sama dikatakan anggota Komisi IV DPR Papua lainnya, Thomas Sondegau. Ia mengatakan, selain khawatir akan berdampak pada pasar mama-mama Papua kedepan, politisi Partai Demokrat itu juga khawatir ketidak pastian lahan dan kantor untuk Damri, perpengaruh pada pelayanan kepada publik.

"Damri inikan angkutan untuk publik. Perusahaan ini dibawah BUMN. Damri sudah legowo memberikan lahannya, kini mereka juga harus diperhatikan dan dicarikan solusi," kata Thomas. (*) 

loading...

Sebelumnya

Legislator : Apakah benar kabel optik putus atau ada permainan?

Selanjutnya

Antisipasi optik putus lagi, Telkom bangun jaringan cadangan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6182x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5758x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3914x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe