Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Tiga persoalan utama pendidikan dasar di Papua, apa saja?
  • Minggu, 20 November 2016 — 10:37
  • 980x views

Tiga persoalan utama pendidikan dasar di Papua, apa saja?

“Seorang guru kalau urus kenaikan pangkat, dia harus urus sendiri. Kalau dia di pedalaman, dia harus turun ke kota. Urusan administrasi ini bisa makan waktu sampai enam bulan. Saya pernah mengalaminya sendiri, karena saya dulunya seorang guru. Gaji saya habis hanya untuk urus kenaikan pangkat saja,” ungkapnya.
Para guru, pengawas dan pendamping yang mengikuti ToT Calistung yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua, 17-18 November lalu - Jubi/Victor Mambor
Victor Mambor
victor_mambor@tabloidjubi.com
Editor :

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Solusi atas masalah pendidikan di Papua terus dicari oleh setiap pihak yang memiliki kepedulian pada persoalan ini. Namun semua pihak yakin, pendidikan dasar yang baik akan memberikan solusi selanjutnya pada dunia pendidikan Papua.

“Sesungguhnya hanya ada tiga persoalan utama dalam pendidikan dasar di Papua ini,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Provinsi Papua, Aloysius Jopeng MPd, kepada Jubi, Minggu (20/11/2016).

Tiga persoalan utama ini, menurutnya didasarkan oleh hasil riset yang dilakukan pemerintah, lembaga swadaya masyarakat maupun lembaga swadaya masyarakat internasional hingga badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, diantaranya UNICEF. Pengalamannya sebagai guru di daerah pedalaman pun menunjukkan persoalan sama yang diidentifikasi oleh berbagai riset tersebut.

“Pertama adalah status gizi. Sebab banyak anak usia sekolah dasar yang datang ke sekolah tanpa makan (sarapan) atau makan seadanya. Ini sesuai dengan hasil penelitian UNICEF yang menyebutkan 80 persen anak-anak Papua usia 5-12 tahun bermasalah dengan gizi. Ini masalah besar yang harus kita cari solusinya dengan melibatkan banyak pihak,” ujar Jopeng

Masalah kedua menurutnya adalah pola asuh orang tua. Orang tua harus bisa membuat anak senang datang ke sekolah untuk belajar. Sebab jika anak merasa tidak nyaman datang ke sekolah, pelajaran yang diberikan oleh guru tidak akan bisa diterima oleh anak-anak.

“Yang ketiga adalah soal kehadiran guru. Tahun 2010 lalu, sebuah lembaga bernama Semeru melakukan studi dan menyimpulkan hamper 80 persen guru sekolah dasar di papua tidak hadir di kelas,” sebut Jopeng.

Namun soal guru ini, Jopeng menegaskan tidak bisa serta merta ditimpakan kepada para guru. Sebab masalah guru ini sangat rumit dan perlu kebijakan khusus. Guru, terutama yang bekerja di pedalaman, bukan saja tidak dijamin kesejahteraannya tapi juga tidak mendapatkan fasilitas khusus yang berkaitan dengan masalah administrasi seperti kenaikan pangkat atau penggajian.

“Seorang guru kalau urus kenaikan pangkat, dia harus urus sendiri. Kalau dia di pedalaman, dia harus turun ke kota. Urusan administrasi ini bisa makan waktu sampai enam bulan. Saya pernah mengalaminya sendiri, karena saya dulunya seorang guru. Gaji saya habis hanya untuk urus kenaikan pangkat saja,” ungkapnya.

Persoalan para guru ini dibenarkan oleh Nani Balyo yang menjadi guru Sekolah Dasar di Distrik Langda, Kabupaten Yahukimo. Ia mengaku mengambil gajinya bisa setiap enam bulan sekali ke Dekai, Ibu Kota Yahukimo.

“Kalau saya ambil gaji ke Dekai, biayanya bisa lebih besar ongkos transportasinya. Kalau mau jalan bisa tujuh hari. Jadi sampai di Dekai, saya harus tunggu satu bulan atau lebih supaya ada uang lagi untuk biaya pulang ke Langda. Akhirnya selama saya ambil gaji itu, tidak ada guru yang mengajar,” kata Balyo yang juga menyempatkan diri mengajar di SMP Negeri Distrik Langda. (*)

loading...

Sebelumnya

Rektorat ISBI berjanji tindaklanjuti protes mahasiswa

Selanjutnya

SMKN 10 Kota Jayapura kekurangan guru dan prasarana

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe