Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jawa
  3. Polda Jabar tetapkan tiga warga Sukamulya sebagai tersangka
  • Minggu, 20 November 2016 — 15:57
  • 455x views

Polda Jabar tetapkan tiga warga Sukamulya sebagai tersangka

Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan, pihaknya menetapkan tiga warga Sukamulya Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menjadi tersangka pada saat pengukuran lahan bandara, Kamis (17/11/2016).
Para petani Sukamulya sedang menggelar demonstrasi melawan petugas pengukuran bandara. –CNN Indonesia
ANTARA
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Cirebon, Jubi – Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan, pihaknya menetapkan tiga warga Sukamulya Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menjadi tersangka pada saat pengukuran lahan bandara, Kamis (17/11/2016).

“Kami tetapkan tiga warga menjadi tersangka dikarenakan melawan petugas dan yang tiga sudah dilepaskan karena tidak ada bukti,” kata Yusri saat dihubungi, Sabtu (19/11/2016).

Ia menuturkan dari enam warga yang diamankan hanya tiga ditetapkan menjadi tersangka, karena mereka terbukti melawan petugas. Penetapan tersangka ini tidak asal, namun sudah ada buktinya, dimana ke tiga warga itu telah melanggar pasal 211 KUHP.

Yusri menambahkan sampai saat ini kondisi di Desa Sukamulya Kecamatan Kertajati sudah aman, meskipun demikian pihak Polisi masih menjaga, untuk memastikam keadaan terkendali. “Tinggal dari Polres dan Polsek saja yang berjaga disana,” tambahnya.

Seperti diberitakan oleh CNN Indonesia, konflik antara petani dengan polisi yang terjadi di Desa Sukamulya pada Kamis pekan lalu itu seakan mencapai puncaknya. Kisruh tersebut melibatkan ratusan petani dan ribuan personel gabungan. Para petani desa menolak pengukuran lahan di desa mereka, sebagai bagian dari pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

Sekretaris Jenderal KPA Dewi Kartika mengutuk keras penyerangan polisi terhadap warga yang mempertahankan desanya dari penggusuran. “Rentetan tindakan yang dilakukan oleh aparat ini mengindikasikan bahwa pemerintah Jokowi–JK tidak pernah serius dalam menjalankan kebijakan reforma agraria yang telah ia canangkan dalam program Nawacita dan Strategi Nasional Reforma Agraria,” kata Dewi.

KPA mendesak Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menghentikan proses pengukuran paksa hingga ada proses dialog dan mediasi yang terbuka di antara semua pihak terkait.

Diketahui, bandara itu akan dikelola PT BIJB, satu BUMD yang dibentuk pada 2013 lalu. Tak hanya bandara, perusahaan itu juga akan membuat Aerocity yang diperkirakan dibangun di atas lahan 3.200 hektare. (*)

loading...

Sebelumnya

Pasca pelantikan, pengurus PKK Yahukimo turun ke tujuh kampung

Selanjutnya

Legislator Papua tak ingin ada pemilih "siluman" pada Pilkada 2017

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Lembar Olahraga |— Minggu, 22 April 2018 WP | 9894x views
Berita Papua |— Jumat, 20 April 2018 WP | 3411x views
Pasifik |— Senin, 23 April 2018 WP | 2143x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe