Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Seni & Budaya
  3. Festival Budaya Keerom, momentum kembali ke budaya nenek moyang
  • Jumat, 03 Agustus 2018 — 15:57
  • 1840x views

Festival Budaya Keerom, momentum kembali ke budaya nenek moyang

Dalam Festival tahun ini, ditampilkan budaya asli dari Masyarakat Keerom tepatnya dari distrik Waris yakni Tari Dewa yang bermakna Tari Penyembuhan Sakit. Atraksi ini diikuti oleh 29 sanggar seni.
Foto bersama penari dan juga sejumlah stakeholder yang hadir dalam Festival Budaya Keerom 2018 – Jubi/Piter Lokon.
Piter Lokon
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:14 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:38 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:47 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Keerom, Jubi – Festival Budaya Keerom kembali digelar di lapangan Sepak Bola Swakarsa, Kampung Asyaman, Distrik Arso Kabupaten Keerom, Kamis (2/8/2018). Festival yang memasuki tahun kelima ini dibuka langsung oleh Bupati Keerom Muhammad Markum.

Dalam Festival tahun ini, ditampilkan budaya asli dari Masyarakat Keerom tepatnya dari distrik Waris yakni Tari Dewa yang bermakna Tari Penyembuhan Sakit. Atraksi ini diikuti oleh 29 sanggar seni.

Dalam sambutannya, Bupati Muhammad Markum mengatakan penting bagi generasi muda untuk tetap mengetahui budaya asli dari daerah masing - masing. Festival ini menjadi salah satu ajang untuk kembali mengingat berbagai kebudayaan yang telah diwariskan nenek moyang kepada masyarakat.

“Budaya merupakan peninggalan dari nenek moyang kita yang semestinya diturunkan kepada kita sebagai generasi penerus agar budaya itu tidak punah,” kata Bupati. 

Menurutnya, perkembangan zaman saat ini banyak mengubah pola pikir masyarakat utamanya generasi muda sehingga melupakan tradisi dan asal usul daerah. Padahal, generasi milenial adalah tumpuan untuk meneruskan berbagai adat istiadat dan kebudayaan yang ada. Menurutnya ini penting untuk menjaga niai-nilai budaya dalam masyarakat.

“Kenyataannya banyak banyak sekali generasi muda yang kurang peduli dengan budaya peninggalan nenek moyang, maka itu perlu diadakan Festival Budaya Keerom seperti saat ini,” katanya.

Dikatakan Bupati, di Keerom selain orang asli Keerom, ada pula warga dari etnis lainnya seperti Bugis, Jawa, Makassar, Toraja, NTT. Dengan Keberagaman etnis tersebut, menjadikan Kabupaten Keroom sarat dengan nilai budaya lokal yang sangat luhur dan tak ternilai harganya.

Sayangnya kearifan nilai budaya lokal tersebut, mulai tergeser oleh transformasi dan peradaban sosial, sehingga lambat laun akan menjadi cikal bakal punahnya budaya, jika tidak sejak dini dilakukan revitalisasi terhadap nuilai-nilai tradisi yang ada.

“Komitmen kami menjaga semuanya agar terus dilestarikan salah satunya melalui festival budaya inilah, budaya keerom akan tetap terjaga dan dikenal secara nasional, regional bahkan internasional,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pemasaran area IV Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat, Syukurni mengatakan Festival Budaya Keerom akan masuk sebagai agenda nasional serta tercatat dalam kalender event Kementerian Pariwisata.

“Festival Keerom akan ditetapkan sebagai daya tarik tersendiri, termasuk Keerom dalam rangka kunjungan wisatawan khususnya dari perbatasan. Atraksi yang dimiliki Keerom ada nilai tersendiri yang bisa kita promosikan," katanya.(*)

loading...

Sebelumnya

Budidaya anggrek di Kampung Wasur

Selanjutnya

Dua pekan terakhir harga daging ayam di Biak melonjak

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe