Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Berlibur ke Indonesia, Belinda Lopez ditahan lantaran “Papua”
  • Sabtu, 04 Agustus 2018 — 16:56
  • 2822x views

Berlibur ke Indonesia, Belinda Lopez ditahan lantaran “Papua”

Apakah karena saya pernah mengunjungi Papua?
Belinda Lopez saat ditahan di sebuah ruangan di Bandara Ngurah Rai, Denpasar Bali - Facebook Belinda
Zely Ariane
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Senin, 15 Oktober 2018 | 06:14 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 21:06 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 19:52 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi – Belinda Lopez, seorang mahasiswi doktoral asal Australia yang melakukan studi tentang Indonesia dan Papua ditolak masuk Denpasar, Bali, oleh petugas imigrasi setempat.

Belinda Lopez, ditahan di sebuah ruangan di Bandara Ngurah Rai Denpasar sejak Jumat (3/8/2018) tengah malam waktu Bali hingga saat dikonfirmasi Jubi, Sabtu (4/8/2018) sore via telepon.

"Saya tidak diizinkan naik pesawat sebelum jam 10 malam hari ini, jadinya saya akan ditahan hampir 24 jam sebelum dideportasi," kata kandidat doktor pada program Cultural Study di Macquarie University Sydney itu.

Dia juga menuliskan perihal penahanannya itu lewat status di akun Facebooknya.

Dirinya bertanya kepada petugas imigrasi, alasan penahanan dan rencana deportasi tersebut. Namun petugas malah balik bertanya apakah ia wartawan dan pernah lakukan hal buruk di Indonesia.

"Staf di bandara bertanya apakah saya wartawan. Mereka juga bertanya apakah saya pernah lakukan sesuatu yang buruk kepada Indonesia’. Dan saya jelaskan bahwa saya sedang berlibur dan rencananya mau mengunjungi teman di Bali, Jawa serta mengikuti festival Baliem di Papua," ungkap Lopez yang beberapa minggu lalu baru saja melangsungkan pernikahan di Sidney, Australia.

Rupa-rupanya Belinda Lopez sudah tidak asing lagi dengan Indonesia, juga Papua, Sembilan tahun lalu dia pernah berkerja sebagai sub editor untuk Jakarta Globe dan Jakarta Post. Dia juga pernah membuat Podcasts untuk ABC di Australia.

"Tapi saya sekarang mahasiswa S3 yang belajar tentang Indonesia. Saat ini saya ke Indonesia untuk berlibur. Ini adalah bulan madu saya," ungkap Lopez dengan sedih dan kecewa.

Menurut Lopez, penjelasannya itu tidak diindahkan oleh staf imigrasi. "Mereka tetap bertanya berkali-kali: 'apakah saya pernah lakukan sesuatu buruk kepada Indonesia'", ujarnya.

Lopez mengungkapkan pada tahun 2016 lalu, saat dirinya berada di Papua, Kantor Imigrasi Jayapura juga menuduhnya sebagai ‘wartawan’.

" Dan waktu itu saya dipaksa meninggalkan Indonesia. Saya dikasih tahu bahwa saya tidak bisa kembali ke Indonesia untuk 6 bulan (dari Agustus 2016 hingga Februari 2017)," kata Lopez yang waktu itu memilih tidak mengeluh tentang insiden tersebut, karena ingin tetap berhubungan baik dan hormat dengan Indonesia.

"Negeri ini adalah negeri pertama yang saya tinggali sebagai orang dewasa. Jauh dari negara saya. Saya sudah berkali-kali berkunjung ke Indonesia. Sahabat-sahabat saya yang paling dekat dengan saya adalah orang Indonesia dan tinggal di Indonesia," katanya.

Hingga belasan jam ia ditahan, Lopez tidak tahu kenapa ia sekarang termasuk dalam daftar tangkal Indonesia, untuk berapa lama dan atas alasan apa.

"Apakah karena saya pernah mengunjungi Papua?," ujarnya.

Dari dalam ruang 'tahanan' bandara itu Lopez tidak diberikan makan, ia harus mengusahakan makan minumnya sendiri. "Saya sangat capek dan tak bisa tidur. Hati saya saya benar-benar remuk dengan keadaan ini," kata dia.

Terpisah, dikonfirmasi Jubi Sabtu (4/8/2018), Victor Mambor, wartawan senior Papua yang banyak terlibat advokasi akses jurnalis asing ke Papua, mengatakan kasus seperti ini kian membuat masyarakat internasional bertanya-tanya, tentang kebebasan jurnalis asing untuk meliput di wilayah Indonesia.

"Saya juga belum tau apa sebab dia ditangkal. Tapi Belinda kan pernah jadi editor di dua media di Indonesia. Jadi penangkalan dia itu kemungkinan besar karena statusnya yang pernah menjadi jurnalis itu, dan punya rencana ke Papua untuk menonton Festival Lembah Baliem. Apalagi dia pernah diminta keluar dari Papua dua tahun lalu," kata Mambor.

Saat dikonfirmasi apa ada kasus serupa terkait wartawan asing pada tahun ini, dia menjawab belum ada. "Namun di Papua ada kasus Rebecca, wartawan BBC warga Negara Australia yang akhirnya diusir dari Papua karena twitnya yang dianggap menyinggung aparat keamanan. Walau kasusnya agak beda. Rebecca kerja sebagai wartawan di BBC yang berkantor di Indonesia," ungkap Mambor.

Kepala Imigrasi Ngurah Rai Amran Aris, dilansir BBC sabtu (4/8/2018) mengatakan penangkalan terhadap warga asing yang akan masuk Indonesia adalah sesuatu yang biasa. Tiap hari imigrasi bisa melakukan penangkalan warga asing yang mau masuk karena melalukan sebuah pelanggaran.

Namun, khusus pada penangkalan Belinda Lopez, Amran mengaku tidak tahu alasan penangkalannya. Jika terkait dengan Papua, menurut Amran, warga asing memang harus memiliki izin khusus.

"Kalau mau ke Papua memang harus melapor," ujarnya.

"Tetapi, saya tidak tahu siapa yang mencekal yang bersangkutan. Mungkin yang mengeluarkan penangkalan pihak Kemlu (Kementerian Luar Negeri). Itu nanti yang akan saya cek lebih lanjut," jawabnya.(*)


 

loading...

Sebelumnya

Terlibat aksi solidaritas untuk Nduga, calon pendeta diintimidasi di Malang

Selanjutnya

Diancam akan dibunuh, keluarga ingin Nirigi dipindahkan ke Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4815x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4206x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 3814x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3419x views
Polhukam |— Sabtu, 06 Oktober 2018 WP | 3295x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe