Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. SMKN 10 Kota Jayapura kekurangan guru dan prasarana
  • Senin, 21 November 2016 — 09:42
  • 1203x views

SMKN 10 Kota Jayapura kekurangan guru dan prasarana

"Guru Matematika biasanya dua kali masuk dalam seminggu, Bahasa Indonesia juga sama," ujar siswa Jurusan Pendingin Tata Udara ini.
Widiarshi, guru SMK Negeri 10 Kota Jayapura sedang mengajar kelas X - Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Meski dunia pendidikan di Kota Jayapura dianggap barometer Papua, ternyata masih ada sekolah yang kekurangan guru dan sarana-prasarana. Itulah SMK Negeri 10 Kota Jayapura.

Dari pantauan Jubi, sekolah yang berlokasi di kompleks BTN Organda Padang Bulan tersebut, masih jauh dari memadai. Peralatan praktek belum lengkap, guru minim, dan sarana-prasarana sangat terbatas.

Seorang guru kelas X, Widiarshi yang ditemu Jubi, Sabtu (18/11/2016) mengaku selalu membagi waktu untuk mengerjakan beberapa tugas rangkap di sekolah tersebut.
"Saya guru kelas, tapi juga bertugas di laboratorium, perpustakaan, dan kepala bengkel, pokoknya dobel-dobel semua karena guru kurang," katanya.

Kekurangan jumlah guru, tambah Widiarsih, khususnya yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), dikhawatirkan membuat kualitas pendidikan menurun.  Selain itu, katanya, kursi dan meja juga sangat kurang.

Seorang siswa Kelas X, mengatakan, sedianya masuk sekolah pukul 07.15 WP, namun seringkali molor pukul 8 atau pukul 9, karena guru datang terlambat. Akibatnya banyak siswa menghabiskan waktu bermain-main.

"Guru Matematika biasanya dua kali masuk dalam seminggu, Bahasa Indonesia juga sama," ujar siswa Jurusan Pendingin Tata Udara ini.

Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMKN 10 Jayapura, Victor Lefta mengatakan, sekolah tersebut memiliki 24 guru dari tiga jurusan. Jurusan tersebut Pendingin Tata Udara, Instalasi Listrik, serta Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

"Jadi jurusan Pendingin Tata Udara ada tiga guru di antaranya dua honor dan satu dinotatugaskan dari SMK Negeri 5, Jurusan TKJ ada dua guru tapi bukan guru tetap, yang satu dosen USTJ dan satu dosen dari Uncen yang bantu di sini, sedangkan Jurusan Instalasi Listrik juga ada dua guru, itupun bukan guru tetap (honor)," jelasnya.

Sekretaris P&K Papua Protasius Lobya mengatakan, untuk mengatasi kekurangan guru di Papua pihaknya akan menggelar rapat kordiansi untuk perencanaan kebutuhan guru. (*)

loading...

Sebelumnya

Tiga persoalan utama pendidikan dasar di Papua, apa saja?

Selanjutnya

Kota Jayapura butuh banyak guru IT

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe