Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Peringati Hari Masyarakat Pribumi, 4 aktivis GempaR ditahan
  • Kamis, 09 Agustus 2018 — 17:17
  • 394x views

Peringati Hari Masyarakat Pribumi, 4 aktivis GempaR ditahan

Keempat aktivis ini ditahan oleh polisi setelah beradu argumentasi di sekitar Tugu Libra. Mereka dibawa menggunakan truk Dalmas menuju Kantor Polres Merauke.
Aktivis GempaR-Papua yang ditahan di Polres Merauke - Jubi.Ans K
Ans K
Editor : Kyoshi Rasiey
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Empat orang aktivis GempaR-Papua (Gerakan Mahasiswa Pemuda dan Rakyat Papua) ditahan oleh Kepolisian Resort Merauke  saat aksi damai memperingati Hari Masyarakat Pribumi, Kamis, 9 Agustus 2018.

Keempat aktivis ini ditahan oleh polisi setelah beradu argumentasi di sekitar Tugu Libra. Mereka dibawa menggunakan truk Dalmas menuju Kantor Polres Merauke.

“Sesampainya di Polres, kami diarahkan mengumpulkan barang bawaan seperti  hp, noken dan tas. Kawan-kawan diarahkan untuk merekam biodata diri berupa  sidik tiga jari tengah kiri dan kanan , Kedua jari jempol, foto muka depan, samping kiri dan kanan, dan rekaman retina mata,” ungkap Andreas Kahol, Ketua Harian GempaR-Papua Merauke.

Setelah dua jam berada di Polres Merauke, tim advokasi dari SKP-KAME datang untuk mendampingi keempat aktivis gempar ini.

Tim advokasi SKP-KAME sempat memprotes pengambilan sidik jari dan rekam retina mata yang dilakukan oleh polisi.

Sekitar pukul 13.40 waktu setempat, keempat aktivis ini dibebaskan oleh polisi.

Andreas Kahol menambahkan mobil komando yang dipakai aktivis GempaR-Papua untuk melakukan demonstrasi damai di Merauke ditilang polisi lalu lintas Merauke dan dikenakan biaya pelepasan sebesar Rp. 500.000 rupiah. Polisi berdalih pengendara tidak memiliki SIM.

Padahal jelas aksi tidak menyalahi hukum sebab telah memberikan surat pemberitahuan aksi sesuai UU No 9 tahun 1998. Sehingga telah menguraikan semua perangkat aksi termasuk, mobil.

Kabag Ops Polres Merauke, Komisaris Polisi (Kompol) Marthen Kaogouw kepada sejumlah wartawan mengatakan, sebelum hari H dilakukan aksi demonstrasi, memang ada surat masuk dari Gempar ke Polres setempat Hanya saja, tak digubris lantaran dianggap menyalahi aturan dan tak sesuai Pancasila dan UUD.

Namun para aktivis tetap datang di Libra. Awalnya, telah diberikan pemahaman baik agar tak melakukan aksi, namun terjadi penolakan. Sehingga empat orang diamankan dan dibawa ke Polres Merauke.

“Keempatnya sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Setelah itu akan dipulangkan ke rumah masing-masing,” ujar Marthen kepada sejumlah wartawan saat keempat aktivis menjalani pemeriksaan.

Ia menambahkan, rencana awalnya, para demonstran akan berkumpul di empat titik terlebih dahulu. Setelah itu melakukan long march menuju ke Libra sekaligus orasi bersama.

“Kami sudah mengetahui empat titik dimaksud, sehingga anggota langsung bergerak sejak pagi ke lokasi yang ditentukan itu,” katanya. .

Selain Andreas Kahol, tiga aktivis lainnya yang ditahan adalah Beatus, Ruben dan seorang aktivis perempuan bernama Ronelly. (*)

loading...

Sebelumnya

Masyarakat pemilik Rawa Biru minta keadilan pemerintah

Selanjutnya

Kadis Pendidikan: Jangan jadikan pendidikan sebagai komoditi politik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe